Posts

Showing posts from October, 2016

Terpaksa Review! (Part2)

Asaalamu'alaikum, sapaku seramah mungkin. Melihat layar tak bernama, kuberanikan diri mengangkatnya, mungkin walimurid minta tolong anaknya diingatkan tidak berlari di sekolah atau snacknya sudah di titip di pos satpam pikirku.

Melawan Jarak Part 3

Ayolaaah~ Kau tidak perlu takut lagi dengan jarak, kawan! Karena sudah ada huruf "J". Atau mulai sekarang kita sepakat hilangkan "J" agar j.A.R.A.K bisa menjadi haram[?]

Melawan Jarak Part 2

Tidak ada yang harus ditakuti dari yang namanya jarak.  1. Batangnya tidak tinggi. 2. Daunnya berwarna hijau biasa  3. Bisa jadi mainan anak-anak 4. Sebagai obat 5. Bukan preman apalagi setan Maka kalian takut bagian J.A.R.A.K yang mananya?

Melawan Jarak Part 1

Jika jarak kita diukur dalam satuan kata, bukankah sebenarnya hanya sebaris ikrar pendek [?] J.A.R.A.K

Sapaan Hangat

Haiiiii!~, Sapaku seceria biasanya. Dan...

SBM Part 5

Hai! Apa aku harus memutar haluan? Membalikkan badan seolah-olah pertigaan itu jalan buntu? Apa aku harus mencari sumber cahaya lain? Tungsten? Deuterium? Oh itu hanya bisa pada spektrofotometer UV-Visible, bukan kamu yang invisibel. 

SBM Part 4

Mungkinkah aku masih punya pilihan? Dahlia? Aster? Atau bahkan Rafflesia? Kenanga?  Kenanga? Oh tidak!! Membaca namanya saja, mataku sudah perih bak terkena radiasi langsung oleh cahayamu. Yah, padahal kau tak bersinar. Oh kenanga(n)!!   :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak bertuan ::

SBM Part 3

Bagaimana kalau aku menjadi kembang sepatu saja? Yang bunganya tetap besar tanpa berfilosofi menunggu terbit dan tenggelammu. Bahkan ibuku bilang daunnya bisa meredakan panas tertahan. Eh, tapi sepertinya lebih baik sepatu kaca dari seorang pangeran pengembara. :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak bertuan ::

SBM Part 2

Ah, mengapa aku bukan mawar saja? Temanku, si Mawar sepertinya tidak terlalu memikirkan sinarmu. Yang tetap tumbuh indah dengan kekuatan Rabb-ku. Oh iya!! Aku hampir lupa, aku tidak suka duri! Aku tdk suka menyakiti mereka di lingkaranku. Melindungi diri? Tentu bukan dengan cara anarkis melukai setiap sentuhan kebaikan. Begitukah? Iya[!] :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak Bertuan ::

SBM Part 1

Mungkin, matahariku tenggelam sebelum aku merasakan hangatnya dari timur. Mungkin ia sudah mundur sebelum secercah sinar kuningnya mengenai mekarku. Ah, Sudahlah~ :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak Bertuan ::