Posts

Showing posts from 2016

Terpaksa Review! (Part2)

Asaalamu'alaikum, sapaku seramah mungkin. Melihat layar tak bernama, kuberanikan diri mengangkatnya, mungkin walimurid minta tolong anaknya diingatkan tidak berlari di sekolah atau snacknya sudah di titip di pos satpam pikirku.

Melawan Jarak Part 3

Ayolaaah~ Kau tidak perlu takut lagi dengan jarak, kawan! Karena sudah ada huruf "J". Atau mulai sekarang kita sepakat hilangkan "J" agar j.A.R.A.K bisa menjadi haram[?]

Melawan Jarak Part 2

Tidak ada yang harus ditakuti dari yang namanya jarak.  1. Batangnya tidak tinggi. 2. Daunnya berwarna hijau biasa  3. Bisa jadi mainan anak-anak 4. Sebagai obat 5. Bukan preman apalagi setan Maka kalian takut bagian J.A.R.A.K yang mananya?

Melawan Jarak Part 1

Jika jarak kita diukur dalam satuan kata, bukankah sebenarnya hanya sebaris ikrar pendek [?] J.A.R.A.K

Sapaan Hangat

Haiiiii!~, Sapaku seceria biasanya. Dan...

SBM Part 5

Hai! Apa aku harus memutar haluan? Membalikkan badan seolah-olah pertigaan itu jalan buntu? Apa aku harus mencari sumber cahaya lain? Tungsten? Deuterium? Oh itu hanya bisa pada spektrofotometer UV-Visible, bukan kamu yang invisibel. 

SBM Part 4

Mungkinkah aku masih punya pilihan? Dahlia? Aster? Atau bahkan Rafflesia? Kenanga?  Kenanga? Oh tidak!! Membaca namanya saja, mataku sudah perih bak terkena radiasi langsung oleh cahayamu. Yah, padahal kau tak bersinar. Oh kenanga(n)!!   :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak bertuan ::

SBM Part 3

Bagaimana kalau aku menjadi kembang sepatu saja? Yang bunganya tetap besar tanpa berfilosofi menunggu terbit dan tenggelammu. Bahkan ibuku bilang daunnya bisa meredakan panas tertahan. Eh, tapi sepertinya lebih baik sepatu kaca dari seorang pangeran pengembara. :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak bertuan ::

SBM Part 2

Ah, mengapa aku bukan mawar saja? Temanku, si Mawar sepertinya tidak terlalu memikirkan sinarmu. Yang tetap tumbuh indah dengan kekuatan Rabb-ku. Oh iya!! Aku hampir lupa, aku tidak suka duri! Aku tdk suka menyakiti mereka di lingkaranku. Melindungi diri? Tentu bukan dengan cara anarkis melukai setiap sentuhan kebaikan. Begitukah? Iya[!] :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak Bertuan ::

SBM Part 1

Mungkin, matahariku tenggelam sebelum aku merasakan hangatnya dari timur. Mungkin ia sudah mundur sebelum secercah sinar kuningnya mengenai mekarku. Ah, Sudahlah~ :: Aku dan Sepotong Cahaya Kuning tak Bertuan ::

Coretan di Bulan Juli

Image
Assalamu’alaikum semuanya. 

Untuk yang (Tidak) Terlewatkan!

Image
[Laskar juang Thalhah bin Ubaidillah]

Ini Testimoni bukan Promosi!

Aku aja udah main ke Ayam Goreng Jempolan, Kamu kapan main ke rumah? *ehh hahah. Ya abisnya ayam aja ada yang masakin, masa kamu engga. :D. Sabar ya, Mblo! 

29's Warrior #5of29

Mencoba untuk memulai semuanya. Memulai yang seharusnya sudah kuakhiri dari awal. Entah apa yang menyebabkan pertahanan ini goyah; luluh; jatuh kemudian hancur. Aku merasakan kenyamanan yang selama ini belum kurasakan. Ketika kau memiliki “orang” yang setia mendengarkan apa saja yang kau keluhkan, berikan solusi atas berbagai permasalahan dan relakan bahunya sebagai sandaran, tangannya rangkul kejatuhanmu, menurutku itulah definisi kenyamanan secara pasti. Dan dia berikan itu. Semuanya.

29's Warrior #4of29

Sepertinya langit tidak mendengar pintaku malam itu. Sepertinya Allaah masih ingin mengukur kekuatan pertahananku. Dan jujur saja aku tidak cukup kuat untuk itu. Menghindar dari seseorang bernama Zafran saja aku tidak sanggup, apalagi mengabaikan segala usaha yang dilakukannya untuk… untuk apa aku juga tidak mengerti. Akhir-akhir ini aku sering tidak mengerti dengan apa yang terjadi, padahal sudah mau UN *eh. Bagaimana aku bisa mengerti dengan semua yang dilakukannya; yang aku tidak paham maksudnya, atau mungkin pura-pura tidak paham.

29's Warrior #3of29

Benar saja. Aku merasakan hal yang tidak biasa itu. Luar biasa? Tidak juga!

29's Warrior #2of29

Namanya Muhammad Zafran Adnanta. Zafran begitu teman-temannya memanggil.

29's Warrior #1of29

Tiba-tiba aku merinding. Entah mengapa, spontan saja di larut senja ini aku merasa sedikit was-was berada sendiri di halte ini. Oh iya, maaf! Perkenalkan namaku, Audyna Hilmiya Malika. Orang-orang yang baru kenal, bisa dipastikan akan memanggilku dengan sebutan Audy, tapi bagi keluarga dan orang terdekatku, mereka terbiasa dengan panggilan Dy atau sesekali Dyn. Dan aku sangat suka. Aku anak bungsu dari 6 bersaudara. Formasi ini cocok sekali jika bermain futsal atau bola volley. Haha abaikan!

#PuntenSpam #Abaikan

Image
Yang belum mampu memahami perjalanan dan perjuanganku, tidak perlu repot-repot untuk meramal tentang garis finishku. Jangan bicara harapan, apalagi kebanggaan! Karena aku tidak berlari untuk itu. Hidup ini piknik, Kapten! Menatap langit di pantai sambil mengaminkan doa tentang hal seserius "kamu". Haha :D Punten! Sesekali nyepam di blog boleh kali ya, dari pada di sosmed khalayak ramai.

[Merdu Untukmu-Aku Pergi]

Image
Aku pergi bukan berarti tak setia Aku pergi demi untuk cita-cita Maaf bila muingkin kita harus terpisah Relakanlah mungkin ini sudah takdirnya

[Merdu Untukmu-Teman Hidup]

Image
Dia indah meretas gundah Dia yang selama ini kunanti Membawa sejuk, memanja rasa Dia yang selalu ada untukku Di dekatnya aku lebih tenang Bersamanya jalan lebih terang

[Merdu Untukmu-Teman Hidup]

Dia indah meretas gundah Dia yang selama ini kunanti Membawa sejuk, memanja rasa Dia yang selalu ada untukku

[Merdu Untukmu-Bukan Sok Tau]

Bukan ku sok tahu kawan, sok nasehati Tapi ku yakin ini yang benar untuk kau ikuti Bukan ku sok pintar kawan, sok menggurui Tapi ku yakin terbaik untuk kau jalani

[Merdu Untukmu-C.I.N.T.A]

Image
Cinta adalah suatu keadaan dimana ketika bertemu, kita hanya punya dua pilihan; jatuh cinta atau bangun cinta. Assalamu’alaikum cinta. *loh apaan*

[Merdu Untukmu-Hujan]

Image
[BacaJugaMerduUntukmu] Langit biru telah kelabu Awan berarak sendu Bumi bertasbih senandung lirih

[Merdu Untukmu-Lagu Untuk Matahari]

Image
Hai! Iya kamu! Matahari. Ini Sunset! [BacaJugaMerduUntukmu] Patah karang semangat Dengar mulut pedas berdebat Yang hanya lihat salahmu Gerah kadang pendengar Dapat cibiran sang benar Sinisme bukan untukmu

[Merdu Untukmu-Jatuh Hati]

Image
This is about our togetherness!! [BacajugamerduUntukmu] Ada ruang hatiku yang kau temukan Sempat aku lupakan kini kau sentuh Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati Kuterpikat pada tuturmu Aku tersihir jiwamu. Terkagum pada pandangmu. Caramu melihat dunia. Kuharap kau tau bahwa kuterinspirasi hatimu

[Merdu Untukmu-Perahu Kertas]

Image
*Maaf Aisyah tidak bisa ikut. Masjid ini boleh jadi saksi perjalanan kita. [BacaJugaMerduUntukmu] Perahu kertasku kan melaju Membawa surat cinta bagimu Kata-kata yang sedikit gila Tapi ini adanya

[Merdu Untukmu-Kembali]

Image
[BacaJugaMerduUntukmu] Tak kusangka kau disana entah dengan siapa Sebulan sudah aku mencarimu Kawan sungguh aku tak tau Dimana dimana oh kawanku *

[MERDU UNTUKMU] [MERDU UNTUKMU]

Image
Kuingin bernyanyi melekat ditelingamu Bingkai seisi semesta, semua yang bisa bernyanyi Kuingin bernyayi melekat di dalam hatimu Bingkai beragam nada agar semua merdu untukmu

Kita Satu Gen(g)!

Image
"Ribuan bunga bisa dikalahkan dengan satu ungkapan dan 1000 ungkapan bisa dikalahkan dengan satu tindakan" (R******, 2015)