Posts

Showing posts from February, 2015

Coretan Putri Matahari #Jangandibaca

Hari ini banyak yang tidak disangka-sangka. Tuhan begitu rapi menentukan semua jalan hidupku. Dapat kejutan nyanyian dari siswa-siswiku yang sangat aku banggakan XI. IPA 1, mereka membuatku terbang melayang jauh tinggi, ahh begitu indahnya siang itu sampai menuliskan ini aku serasa gila senyum-senyum sendiri haha. Yoga dengan gitarnya, Tri dengan suara coolnya, Wira dengan pura-pura drumnya dan Farras tentu saja dengan suara anehnya. Dan yang lain dengan pasrah mengikuti komando nyanyian yang mengalun sangat indah itu. Sejenak aku termangu, menahan tumpahan bulir bening yang siap mengucur deras, tapi profesionalismeku menuntut ini tidak boleh terjadi. DILARANG MENANGIS DIDEPAN ANAK-ANAK. Haha

Coretan Putri Matahari #Aku juga mencintaimu

Haha tidak mungkin aku melupakannya. Perannya sangat banyak dalam kehidupanku. Sesungguhnya semua ini keterbatasanku. Aku tidak bisa membagi semuanya dengan baik. Ia sangat penting bagiku, sama layaknya matahari. Bagaimana harus kuungkapkan ini. Tidaaaaak, ini bukan atas dasar bersalahku, tapi inilah aku sahabatmu yang sangat banyak kekurangan.

Coretan Putri Matahari #Iklan

Astaghfirulloh hari ini aku kembali melakukan kesalahan besar dalam hidupku. Aku melupakannya. Ya Allah, apa yang sudah kulakukan. Bagian ini terlupa tanpa alarmku berbunyi sedikitpun. Bagian ini.. Bagaimana bisa ini bisa terjadi. Ingiinku menebus kesalahan ini, tapi semua sudah terlanjur, maafkan aku momi. Maafkan aku.

22 Coretan Putri Matahari #epilog dan daftar isi

Image
Alhamdulillah 22 ini sudah terselesaikan. Terimakasih yang setulus-tulusnya untuk semuanya. Tidak hanya untuk inspirasi yang ditularkan, tapi untuk semuanya. Kasih sayang, cinta, keceriaan, pengorbanan, ketulusan, pemahaman, pertolongan, gotong royong, cinta tanah air *eh, jadi pelajaran PPKn SD, haha. Maaf untuk nama-nama yang saya tuliskan disini, maaf sekali. Bukan bermaksud lancang, tapi saya hanya ingin generasi setelah saya, anak cucu atau apapun itu namanya, mengetahui bahwa banyak orang-orang yang sangat berjasa dalam hidup saya sampai saat ini. Jika saya tidak bisa mengembalikan semua yang sudah kalian berikan, semoga mereka mampu membalas apa saja yang sudah kalian ikhlaskan untuk jalan hidup saya. Sayang kalian pokoknya. Udah itu aja.

22 Coretan Putri Matahari #22

LAST!!!! Ini satu-satunya bagian yang orangnya belum saya kenal dengan baik. Mengetahui namanya yang susah untuk dihapal itu sejak 2 bulan yang lalu, tepatnya akhir Desember tahun lalu. Bertemu disalah satu event jurusan kita, berkenalan singkat, bahkan tidak ada perkenalan nama seperti yang kalian bayangkan yang diminta oleh guru bahasa Inggris ketika kita masuk kelas baru. Untuk mengingat namanya saya harus berjuang keras, karena namanya agak susah dihapal, saya rasa Ibu dari anak ini sangat niat sekali memberi namanya beberapa puluh tahun yang silam.

22 Coretan Putri Matahari #21

Okeh, punya teman anak teknik menurut hemat saya   adalah suatu ketakutan besar. Betapa tidak dengan dandanan horor, ketawa lepas, celana jeans dan tidak jarang ada yang merokok “mungkin”, saya rasa ketakutan ini beralasan. Kuliah di fakultas keguruan, jarang sekali saya menemui deskripsi di atas, apalagi menjadi mahasiswa kimia yang hidupnya diabdikan seutuhnya di laboratorium, ya sedikit banyak itu menyebabkan saya agak kurang bisa bergaul degan baik. Haha walaupun tidak jarang, mahasiswa keguruan juga ada yang menduplikasi anak teknik, tapi saya belum pernah jumpa.

22 Coretan Putri Matahari #20

22 Coretan Putri Matahari #19

22 Coretan Putri Matahari #18

Berbicara mengenai inspirasi, dalam tulisan ini mungkin kalian tidak akan terlalu mengerti dengan apa yang disebut dengan satu kata sembilan huruf, INSPIRASI. Saya mengenalinya hanya dalam kurun waktu kurang lebih 5 jam kebersamaan, bahkan itupun tidak kami habiskan bersama. Mengenalinya melalui pertemuan yang sangat singkat, saya rasa tidak ada alasan untuk merajut ukhuwah untuk lebih dekat, ini pikiran bodoh saya pada saat itu. Tidak pernah berbicara secara langsung selain dari perkenalan diri dan selamat tinggal, saya rasa tidak ada keharusan bagi kita untuk mengenali satu sama lain lebih dekat. Entah mengapa pada saat itu saya tidak menyertakan perasaan di dalamnya. Bukannya menutup diri dari ukhuwah yang sangat indah, tapi hanya takut memasuki lingkaran yang sudah lebih dahulu mereka bentuk. Saya takut untuk menjadi bagian dari mereka, menjadi bagian nyata dari mereka. Ketakutan ini beralasan melihat kedekatan mereka yang teramat dekat, dan ini menyebabkan saya tidak mempunyai ...

22 Coretan Putri Matahari #17

Kalau untuk yang satu ini saya rasa tidak perlu pakai prolog, karena sesuai dengan orangnya yang to the point, tidak banyak omong, sekali ngomong kadang nusuknya sampai ke jantung. *jlebb gitu ya.. Saya takut kebanyakan basa-basi, bisa-bisa saya ditimpukin. Hehe. Kalau ada seseorang yang baca awalan tulisan saya ini, pasti langsung tau siapa yang saya maksud dengan deskripsi singkat di atas. Ya Ka Ferdi Syahdani, S.Pd. Alumni Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Bengkulu ini baru wisuda beberapa bulan yang lalu. Saya kira beliau sudah wisuda, karena hampir satu tahun lost contact. Saya kira ada yang sudah saya lewatkan dari kakak yang baik hati ini, ternyata?? Ternyata banyak memang. Haha

22 Coretan Putri Matahari #16

Pada suatu ketika, sebelum raja api menyerang, hiduplah seorang kakek tua. Hidupnya hanya ditemani oleh lima peliharaannya. Setiap hari kakek tua itu harus mencari kayu untuk menghidupi dirinya dan kelima peliharaannya. Hidup seperti ini sudah ia jalani sejak 20 tahun yang lalu, tapi kakek tua itu tidak pernah putus asa dengan hidupnya. Dan yang pasti dia tidak pernah berburuk sangka terhadap Tuhannya. Tapi cerita ini bukan mengenai kakek tua dan peliharaannya, apalagi mengenai naga api yang sudah lama tidak menyerang. Bukan itu sama sekali. Cerita ini akan mengisahkan jalan hidup seseorang dengan pengaruh inspirasi banyak orang. Ini hanya salah satu dari penginspirasi itu. Ini bukan cerita lelucon apalagi dongeng kelas kakap, ini hanya bentuk ucapan terimakasih, atas inspirasi beliau untuk pemikiran, pola pikir dan jalan hidup seseorang. Sebut saja namanya Ka Allan. Mantan Mahasiswa Universitas Bengkulu bernama lengkap Muhamad Allan Serunting ini, awalnya saya agak merasa aneh den...

22 Coretan Putri Matahari #15

Fakta atau mitos dari seorang kakak yang sangat aku banggakan dunia akhirat. 1.        Beliau bernama Cici Safitri

22 Coretan Putri Matahari #14

Pertemuan sesungguhnya. Satu tahun yang lalu. Saya bertemu dengannya dalam keadaan hati yang tidak baik, ketika ia akan kembali ke kotanya, kota yang sangat ia banggakan hingga saat ini. Disana terdapat pantai yang indah, benteng yang megah, bunga yang langkah, eh langka, yang hanya dimiliki satu-satunya tempat di Indonesia, langit yang pecah banget, pecah fase terdispersi dan pendispersi awan-awannya, matahari yang cerah, bulan yang merekah dan Masjid yang Baitul Izzah. Dan ya kota itu, Bengkulu. Kota kesekian yang berawalan B yang terdapat di dunia ini yang ada dalam kertas impian saya, tapi sayangnya kota ini belum sempat tertuliskan. Dan ternyata, Tuhan berkehendak lain. Saya diizinkan untuk mengunjungi “B” city ini dan akhirnya bertemu salah seorang dari orang yang mampu merubah pola pikir saya tentang arti ketulusan, keikhlasan dan kekeluargaan. Tapi pada saat itu, pertemuan ini adalah pertemuan yang mungkin akan saya hindari, mungkin saya nantikan, mungkin dan mungkin lagi...

22 Coretan Putri Matahari #13

22 Coretan Putri Matahari #12

Masih teringat sekitar tiga setengah tahun yang lalu, entah angin apa yang membuat kita bisa saling bertegur sapa, entah apa yang   membuat kita bisa memberikan senyum yang seadanya ini, hari itu sangat indah, bahkan kronologinya masih jelas di depan mata hingga sampai saat ini. Bermodalkan wajah cantiknya, ia menegurku terlebih dahulu. Tidak ada ketulusan yang dibuat-buat pada waktu itu, tidak ada kebaikan yang tidak nyata darinya pada hari itu. Aku sempat membatin pada saat yang sama, pada saat aku meminjam pulpen miliknya, anak cantik ini mengapa tidak sombong, Tuhan. Awal bertemu, ia merelakan antreannya untukku, dengan alasan aku ingin kembali ke Perawang pada hari itu, sukses membuatnya prihatin kepadaku. tapi ujung dari kisah ini tetaplah menggantung tidak berujung. Aku lupa meminta contact yang bisa aku hubungi nanti ketika ada sesuatu yang tidak kupahami. Oke ini gengsi atau apa, yang pasti aku lupa untuk meminta no handphonenya. Sangat kecewa ketika aku menyadari ke...

22 Coretan Putri Matahari #11

Bismillahirrohmaanirrohiim. Part ini adalah yang paling ditunggu agar hati ini lebih kuat untuk menuliskannya, jari ini mampu menari dengan baik di atas keyboard laptopku, mata bisa lebih fokus menatap LCD yang sangat tinggi radiasi ini, dan saat inilah yang tepat untuk menuliskannya. Pada bagian aku sangat berhati-hati, ingin menuliskan namanya dari awal, tapi aku belum sanggup, karena kecerobohanku sering mengakibatkan keberantakan disana sini. Dan pada bagian ini aku tidak akan menunjukkannya. Harap-harap cemas memencet setiap tombol pesegi di hadapanku, ini sangat tidak mudah. Entahlah aku tidak mengerti dengan ini semua.

22 Coretan Putri Matahari #10

22 Coretan Putri Matahari #9

22 Coretan Putri Matahari #8

22 Coretan Putri Matahari #7

22 Coretan Putri Matahari #6

Ini uniku, yang dilahirkan jauh sebelumku. Beliau anak ketiga Ibuku dan Putri pertama yang menghiasi keluarga kami pada waktu itu. Dengan kelahiran uni, aku rasa ibu tidak menginginkan lagi anak perempuan, haha. Sebelum aku lahir hanya dua orang yang memanggilnya dengan sebutan ini, Uni. Tapi setelah aku lahir, aku juga ikutan memanggilnya dengan panggilan itu, bedanya aku tidak pernah bermain kelereng bersama uni dan tidak pernah juga digigit pipinya sampai terluka yang hingga saat ini bekas itu masih ada di pipi abangku, ini terjadi bukan atas kesengajaan, tapi atas dasar kegeraman uniku yang tidak terkendali pada waktu itu. UNI tiga huruf untuk tiga kata U dibaca You, N dibaca aNd, I dibaca AI. Kita sempat terpisahkan jarak dan waktu, dan ini menyebabkan kita tidak mengahabiskan masa kecil bersama, tidak bisa membuat uni bermain denganku layaknya bermain dengan abang-abang sebelumku. Pada saat aku dilahirkan uni sedang menyelesaikan studynya disebuah pondok pesantren terbaik di ...

22 Coretan Putri Matahari #5

Bagian ini akan mengisahkan, jadi pada suatu hari dalam hidupku, aku jatuh cinta yang sejatuh-jatuhnya. Ada seorang laki-laki datang ke rumah dengan gagahnya berjalan mantap ke arah pintu rumahku. Kemudian dengan suara menggetarkan hati pemuda itu mengucapkan salam yang kemudian dijawab oleh penghuni rumah itu. Pada saat yang sama aku malu-malu untuk menatap matanya, mungkin disebabkan ini adalah pertemuan pertama kami. Aku tidak tau persis kami bertemu sebelumnya, tapi perasaanku mengatakan bahwa ada rasa yang berbeda ketika melihat pemuda itu. Dengan pelan-pelan ia berusaha untuk mendekatiku yang duduk dipangkuan bapakku, pada malam itu. Seketika aku langsung mendekap kuat bapakku, dan menghindar dari pemuda itu. Anehnya, pemuda itu hanya tertawa kemudian memberikan coklat yang bertuliskan roka dikulitnya yang berwarna emas. Lalu kemudian dengan secepat kilat ku ambil coklat itu kemudian bersembunyi dibalik punggung bapakku.

22 Coretan Putri Matahari #4

Aku mengenali beliau semenjak dulu. Dulu sekali. Sebelum raja negara api menjadi raja. Haha. Begitulah. Tidak sanggup untuk memperpanjang prolog, akan kulanjutkan ini dengan sisa tenaga yang kupunya. Beliau adalah panutan 7 orang di keluarga besar bahagia kami, beliau adalah yang menjadikan kami mampu berdiri hari ini, beliau adalah yang mampu menghadirkan pelangi ketika badai melanda, beliau adalah penyejuk dikala dahaga melanda, beliau adalah... beliau adalah Bapakku. Ya bapakku, lelaki hebat yang sangat aku sayangi, yang namya akan dihapal oleh seseorang nanti, yang namanya menjadi penghalal aku bagi seseorang nanti. Ya NANTI, Insyaallah.

22 Coretan Putri Matahari #3

22 Coretan Putri Matahari #2

22 Coretan Putri Matahari #1