Kita Satu Gen(g)!


"Ribuan bunga bisa dikalahkan dengan satu ungkapan dan 1000 ungkapan bisa dikalahkan dengan satu tindakan"
(R******, 2015)

Bismillaah 'ala kulli haal untuk apa yang akan mengalir setelah ini.

Dek, kami kakak kalian!
Dek, ukhuwah itu tidak dilihat dari frekuensi kita bertemu!
Dek, ikatan itu tidak hanya akan ada karena pertalian darah!
Dek, adik kakak itu tidak hanya dari orang tua yang sama!
Adek!! tidak semua teori itu sesuai adanya.

Intensitas pertemuan kita berlima kakak pastikan bisa diakumulasi dengan jari tangan tanpa tambahan jari kaki.
Bahkan tidak lebih dari sambungan menit ke menit yang dirangkai menjadi kesatuan cerita.

Bagi seorang anak bungsu, memiliki seorang adik adalah suatu anugerah terindah dalam hidup. Dulu, seperti itu. Itu dulu. Sekarang? Sekarang rasa itu tinggal cerita. Tinggal keinginan masa lalu yang memang pada saat itu tidak akan pernah menjadi nyata.
Bertemu kalian, Maret 2015 menjadi sebuah titik balik semua nya. Kalian datang begitu saja tanpa permisi bahkan ucapan salam. Setidak sopan itu? *Iyakali*

Pertama bertemu kalian aroma spesial langsung mengomandoi sum-sum tulang belakang tanpa harus mengkonfirmasi otak, dengan kesopanan, aura kesholehan dan kharisma kepintaran kalian yang tidak bisa ditutupi.

Sedikit senyum dan pertanyaan basa-basi ternyata mampu memberikan efek tyndall untuk pembicaraan kita *tidak tentu arah, eh*

Mulai dari pembicaraan ringan seperti halte busway sampai pertanyaan 'kapan wisuda' yang hampir ditanyakan berulang kali. Oh, karena kalian tidak akan melewatkan hari itu kan dek? *iyaain aja, biar kami senang haha*. Dan pertanyaan-pertanyaan berbobot lainnya yang terkadang lebih memilih menghapal SPU beserta no atom, no massa plus bilangan oksidasi, dibanding memikirkan jawaban dari pertanyaan itu *seburuk itu ternyata*

Kami yakin, hari-hari yang kalian lalui akan tetap baik-baik saja tanpa atau bertemu nya kita.
Tapi kami mungkin akan memilih untuk tidak dipertemukan dengan kalian dengan kalian kalau tau akhir dari sepenggal cerita yang harus disudahi sebelum potongan DNA terduplikasi menjadi jutaan rantai. Secepat kilat itu. Entahlah~~

Luar biasa dengan ucapan salam setiap mengawali pembicaraan. Walaupun hanya ucapan salam saja, udah gitu selesai. Tak jarang kalian mengganggu fokus kami, sehingga perjuangan ini jauh lebih manis ketika sudah dipetik didepan mata. Bertanya ini itu, yang menuntut kami harus memainkan peran ini jauh lebih total lagi. Membuat tertawa lepas walaupun didera bullyan yang tidak akan terbalaskan, tapi itu mengagumkan. Kalian dengan keberbedaan saling melengkapi, dan kami dengan segenap kesamaan; sama-sama kakak kalian dek. Tentu kami jauh dari sebuah kata 'baik'. Tentu kami tak layak dengan sebutan itu. Tapi kalian ajarkan memaknai sebuah kata itu dengan sisi yang berbeda. Satu sisi yang lain, yang belum kami temukan sebelumnya.

Ini terlalu berlebihan?
Iya mungkin!

Tapi lebih berlebihan, ketika kalian bisa sampai di kampus kami hanya untuk menghadiri acara yang penting dalam perjalanan hidup seorang manusia bernama "kakak". Perjuangan kalian jauh lebay dek!
Lebih sulit 15,17 % dari perampungan skripsi kakak!

Tentunya kakak tidak tau kekuatan apa yang bisa memudahkan kalian untuk itu, tapi yang pasti setelah mengenal kalian kami mendapatkan beberapa kemudahan yang tak akan dijabarkan satu per satu.

Tentu tidak akan menyulut luka walaupun kalian tidak membersamai pada hari itu dek. Tapi kalian melakukan porsi kalian diluar bijak kami. Entahlah`~

Melihat kalian waktu itu, mungkin serasa sudah membuka sepatu *high heels ini membunuhku haha*. Tidak banyak yang kita bagikan pada hari itu. Kalian diam kakak kalian juga tidak sanggup untuk memulai pembicaraan. Jadilah kita berlima hanya menikmati detik yang diakumulasi menjadi jam kediaman.

Itu buruk? Tentu tidak dek! Itu sudah lebih dari cukup.

Dan kakak mengabadikan kalimat ini disini, ketika nanti media kita untuk berkomikasi telah diambil pemiliknya, setidaknya kakak masih punya ini untuk bahan throwback yang menyakitkan *eh

=======================================

Assalamaulaiakum kak Dini...
Semoga kakak sempat untuk membaca tulisan pendek ini.
Maaf kak, kami bertiga tak banyak bicara tadi. mungkin sekedar kata selamat yang kakak dengar dari kami. setangkai bunga merah muda itupun tidaklah seberapa dari belasan tangkai lainnya. Namun, banyak hal sebenarnya yang ingin kami sampaikan pada kakak. ingin sekali. bahkan keinginan kami untuk mengabadikan kata-kata kami pada kakak lebih besar dibanding keinginan kami untuk mengabadikan kehadiran kami pada kamera. tapi keterbatasan ruang dan waktu yang kita miliki akhirnya memaksa kami untuk menyampaikannya di tulisan ini.

Kak diniii,,, wah senang sekali melihat kakak dengan pakaian itu. keringat kami lunas terbayar rasanya melihat tali toga kakak akhirnya berpindah kekiri. Ingatkan kak? video yang kakak berikan pada kami. ada kata-kata "Born to be somebody, Bismillah". kami ingin mengembalikan kata-kata itu pada kakak :). Mau kemanapun kakak akan melangkah setelah ini. ingatlah kak, sertakan tuhan pada jalan kakak. seperti yang kakak nasihatkan pada kami. Man jadda wajada !!! Bersungguh-sungguhlah, maka engkau pasti akan mendapatkannya. Senang sekali bisa kenal dengan kakak. pokoknya kami ingin melihat kakak menjadi orang sukses. dan sukses ituuu.. bukan dari parameter manusiaa :D Doain kami ya kak, agar suatu saat nanti kami bisa wisuda juga seperti kakak. senang sekali sepertinya. kami tahu hal itu dari melihatnya saja. semangat ya kak. ikuti kata hati. karena hati manusia pasti selalu mengajak pada kebaikan. Salam dari kami, adik kakak. pada kak Qisthy Dini Febria sang "MC kece fenomenal" ... :) . Setajuk doa "dari" adik. pasti selalu ada menyertai kakak.. wassalam..

================================

Menurut kalian kakak bakal biasa aja dek baca pesan panjang itu. Sampai saat ini kakak belum bisa bayangkan berapa hari merangkai kalimatnya *eh haha*. Luar biasa anak-anak sekaliber kalian bisa menulis kalimat bak bawang merah ini, cari inspirasi dimana gitu ya~~ pasar tradisional?

Bagaimana bisa kalian 'tetap akan' mengingat pesan-pesan kehidupan tak jelas dari kami. Bagaimana bisa kalian mengembalikan kata-kata itu jauh lebih sederhana dan menohok jantung. Tentu kalian belajar dari apapun yang ada disekitar kalian, dek. Karena kalian anak-anak cerdas. Dari guru-guru luar biasa yang menemani perjalanan indah kalian selama belasan tahun ini. *Umur kita sama, belasan*
Dan pastinya dari orangtua yang membesarkan kalian dengan cinta tak terbendung. Sampaikan salam kami untuk beliau yang terindah. *Semoga suatu lebaran nanti bisa bertemu, mau minta THR*

Tidak akan ada marah ketika janji kalian belum tertunaikan. Mungkin hanya kesedihan kakak kalian ketika tidak bertemu kalian pada hari bersejarah bagi hidupnya yang tidak bisa diulangi walau C kres jadi semudah kunci A minor. *apaan lagi sih haha*

Tapi dek, percayalah tidak ada yang marah, yang merasa direpotkan, atau apalah itu namanya. *emosi dikit!* Kalau kalian masih sempat terbesit pikiran seperti itu, izinkan kakak untuk lempar kulkas 3 pintu ini.

Tak banyak yang bisa kakak selatankan disini dek, mungkin karena referensi kata tidak sebanyak tawa yang kalian ukir. Bahkan mungkin tak seindah bullyan edukasi kalian *entahlah ini makin gajelas ha!*

Yang pasti terimakasih sudah membuat kami merasakan memiliki seorang adik, walaupun hanya sebentar. Sebentar lagi kalian tidak akan menjadi adik kecil kami dulu. Karena memang hidup harus terus dijalani. Seiring berjalannya waktu semua akan berubah sesuai porsinya. Ya, hanya perubahan itu sendirilah yang tidak akan berubah dek, jadi jangan mengelak kalian tidak akan berubah dan akan tetap seperti ini.
Tidak ada satu alasanpun yang boleh melatarbelakangi kalian untuk tetap seperti apa kalian dulu. Kita harus berubah. Berubah menjadi baik. Menjadi lebih baik lagi dan lagi. Jaga sholatnya. Berikan waktu untuk Al-Quran, Berbuat baik kepada kedua malaikat kalian di rumah, Tetap sehat, Istirahat yang cukup dan perlakukan teman dengan selayaknya. Jangan pernah puing-puing kesombongan masuk ke hati kalian. Jadilah orang yang bermanfaat untuk siapapun. Jangan lupakan secuil kebaikan oranglain. Jangan abaikan sekecil apapun yang bisa kita berikan untuk orang lain, karena kita tidak pernah tau amalan mana nanti yang akan memudahkan langkah kita menuju syurganya Allaah.

Baik-baik belajar untuk ujian nasionalnya dek. Tenang, tidak akan hilang rangkaian nama kalian dalam sujud kami. Tetap tersimpan nama kalian dalam bait-bait melangit; menuju Tuhan kami. Semoga kalian akhirnya diterima di PTN Favorit. *Tata bilang: "Kaya UIN kan kak?" kakak gatau itu tulus atau tidak, tapi sampai saat ini penghapus terbaik mana pun belum bisa menghilangkan dari ingatan kami. Bahkan mungkin Tata nya sudah lupa.

Masih banyak jalan yang harus kalian tapaki untuk sampai ketujuan kalian dek. Kuatlah. Kokohkan pijakan kaki kalian satu sama lain. Gandengan tangan kalian jangan lepaskan! Percayalah tidak ada manusia yang tidak membutuhkan orang lain. Lihatlah orang-orang disekitar kalian, dan tebarkan kebermanfaatan kalian, hingga akhirnya kalian rasakan kebermanfaatan hidup kalian.

Menjadi apapun kalian nanti, yakinlah Allaah sudah siapkan itu sejak lama. Iyakan, rasakan, dan perjuangkan! Sertakan Allaah dalam semua keputusan kalian. Semoga itu akan menjadi takdir Tuhan yang sudah dituliskan dibuku terdahulu.

Selamat berjuang menuju Ujian Nasional hingga akhirnya dengan bahagia melepaskan status 'Siswa' menjadi 'Mahasiswa'. Mintalah ridho orang tua untuk semua itu. Semoga akan membantu banyak. Bahagiakan mereka, karena mereka sangat layak merasakan bahagia dari sisi kalian.

Sukses dek!! iya, bukan dari parameter manusia. Ambillah indikator kesuksesan lain yang bisa kalian capai dengan sebaik mungkin. Menjadi professor islami yang juga sutradara, menjadi penyanyi sekaligus penulis naskah yang hebat, atau animeer *) Islami yang cantik, eh baik hati.

"Kenangan bersamu, takkan kulupa walau badai datang melanda, walau bercerai jasad dan nyawa." Ini lagu bukan buat kalian juga sih dek, mau kasih tau aja itu lagu perpisahan SMA kakak hahah tebaklah lagunya!

Okelah, kalian juga mengatakan bahwa kita adalah "gen(g)".
Kalian juga yang buat kami tidak bisa moveon Maaf untuk itu.

Teruntuk kalian adik2 geng kami, berjalanlah! Jika diperlukan, berlarilah! Karena tujuan itu didatangi bukan mendatangkan diri.

Semoga menjadi kebanggaan Agama dan bangsa. Titip perjuangan dipundak kalian sebentar, sebelum kalian alihkan kepundak yang lain.

Hanya setajuk doa yg bisa kami panjatkan kepada yg Maha Cinta, agar selalu mendekap kalian dengan peluk hangatNya. Aamiin allahumma aamiin. Maaf jika pada suatu waktu kami tidak bisa membersamai, tapi percayalah kita tetap akan berjumpa; dalam doa-doa kebaikan.

Ketika kalian sudah selesai disatu pekerjaan maka segeralah berpindah ke perjuangan selanjutnya. Karena ketika kalian berhenti, maka disitulah akhirnya.

Nah ketika kalian berhenti membaca ini, berarti inilah akhirnya. Bhay!! :D

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29