Terimakasih duaribuempatbelas kamiii
Tahun ini ternyata
masih diawali dengan tanggal 1 Januari, padahal berharapnya langsung tanggal 3
Februari aja J hashtag kode.. begitupun tulisan ini akan
saya awali dengan mengucapkan salam kebahagiaan, Assalamu’alaikum
warohmatullohi wabarokaatuh.. dan dengan menyanyikan sebuah lagu nasyid milik
purta daerah Riau, satu bait lagu dari Dimensi 3 yang berjudul ‘Bertemu Indah’
Ehem,
ceekk.. be.. be,,
bertemu
denganmu indah,
berpisah tak
gelisah,
indahnya
ukhuwah karna Allah..
oke,
terimakasiih.. *sumbangannya buuk, paak.. :D
Tahun ini,
DUA RIBU EMPAT BELAS ini memang sarat akan pertemuan dan pastinya diiringi
dengan perpisahan yang bisa dikatakan tidak semanis pertemuan *menyakitkan.
Januari
2014, saya dipertemukan dengan orang-orang hebat dari 2 kampus terkenal di
Indonesia, yang terletak di tanah kelahiran saya, yaitu Universitas Andalas
atau yang biasa dikenal dengan Unand dan Universitas Negeri Padang yang
disingkat menjadi UNP. Bertemu dengan rekan-rekan aktivis BEM yang selalu
menyuarakan aspirasi mahasiswa, yang selalu berusaha mensejahterakan mahasiswa,
yang selalu menjadi pemecah masalah mahasiswa ini saya merasa sangat kecil di
hadapan mereka. Pemikiran mereka sudah jauh tinggi menjulang, sedangkan saya
masih melihat-lihat sekitar, bahkan mungkin sesekali dengan tatapan ragu.
Eskalasi gerakan mereka jelas, jobdes mereka terbagi merata, dan yang paling
penting amanah itu mereka pikul dengan rasa percaya diri.
Satu hal
yang harus diketahui, mereka mengajarkan merajut ukhuwah dalam berbagai
perbedaan. Mereka mengajarkan itu, mereka mengajarkan banyak hal, bahkan mereka
mengajarkan tentang pola pikir. Dan pertemuan singkat ini diakumulasikan hanya
3 sks tapi berdampak tak hingga sks. Terimakasih rekan-rekan BEM UNP, apalagi
mba-mba di wisma teknik, mba Mutia dan mba-mba yang lain yang tidak mungkin
saya sebutkan satu per satu, yang sudah mengizinkan kami menjadi segar
kembali.. *bilang aja numpang mandi. Terimakasih.. terimakasih untuk bakwannya
yang enak banget, tapi kalau mau tau itu agak kelebihan garam kan?? Hehe
terimakasih untuk bubur kacang ijo nya yang bisa pengganjal perut sampai sore
*alah lebai.. terimakasiih.. Tidak terlupa terimakasih kepada rekan-rekan
Unand, terimakasih ilmu nya yang luar biasa, tapi yang lebih terimakasih adalah
semangka yang merah merona itu dan kue ulang tahun yang jarang banget saya
temui disini.. J *ini yang diingat Cuma makanan doang??? :D.
Oke terimakasih juga danau kembar, kebun teh dan jam gadang bukittinggi, tanpa
kalian, saya bukan apa-apa.. *apaan sih. Ini memang tulisan terimakasih, jadi
isinya terimakasih aja semuanya, karena saya sangat bersyukur pernah bertemu
kalian, dan semoga suatu saat nanti kita bertemu lagi, tentunya ditempat yang
lebih indah.
Februari
2014, ini adalah pertemuan yang mungkin akan saya hindari, mungkin saya
nantikan, mungkin dan mungkin lagii.. Entah kenapa, menuliskan ini saja rasanya
bercampur seperti gado-gado di simpang bulcin yang pedeeees banget itu, yang
dibelikan Pak Lazulva buat sarapan pagii.. haha. Tidak tau, ada sesuatu yang
mungkin akan menjadi sesuatu nantinya. Yaa kota berawalan B yang menjadi mimpi
saya bertahun-tahun yang lalu sebenernya tidak ada list kota ini, bahkan
mungkin tidak tau dengan kota ini, ada di peta, tapi tidak terlalu ngeh, karena
mungkin awalnya tidak ada apa-apa, atau anak-anak alay bilang, nothing
special.. ya begitulah.. sekarang?? Sekarang, sama saja, mungkin... :D tapi
saya tidak tau, sungguh J
Menginginkan
berangkat ke kota ini adalah wacana 1 tahun yang lalu dan sekarang berangkat ke
kota ini kenapa harus melalui pemikiran panjang, yang harus menghadapi tujuh
rintangan, dan ini tidak mudah. Harus menyelesaikan tulisan tersebut *anggap
saja kalian mengerti, harus berkelahi dengan hati ketika pengumuman tersebut
sudah hadir, harus memutuskan, harus memikirkan, dan harus mencari yang
terbaik, memetakan dampak negatif dan positif dari keberangkatan ini, sekali
lagi, ini tidak mudah sahabat.
Kota ini memang pernah menjadi perbincangan
sekitar 1 tahun yang lalu, yaa ketika mereka yang sudah terlebih dahulu hadir
disini, di Bumi Lancang Kuning. Awalnya itu hanya gurauan semata, hanya untuk
bahan pembicaraan saja. Tapi andai kalian tau, Nabi juga bernah bergurau, tapi
tidak untuk berbohong. Saya tau itu, bahkan mungkin sudah dapat materi ini
sejak menjadi siswa.
Harusnya
berangkat ke kota itu menjadi kebahagiaan tersendiri, HARUSNYA.. tapi mengapa
rasa itu berbeda, mengapa ada keraguan yang mencuat, kebimbangan yang hadir
dikala butuh penguatan. Itulah hati kawan, mudah di bolak balik. Dan hanya
Allah lah yang mengetahui segala isi hati. *tau ayat ituu..? teeet waktu habis
Ketika harus
berdebat dengan hati, berperang dengan perasaan, dan menentang takdir *cieileh,
akhirnya Allah menunjukkan sinar itu, walaupun baru secercah. Kita harus
berangkat, yaa.. ini demi perjuangan, beralasankan pengorbanan, dan untuk janji
yang pernah terucapkan. Sebenarnya, mungkin pemilik janji itu pun tidak
mengingatnya lagi, tapi itulah kami sahabat, memikirkan semua yang mungkin
belum kalian pikirkan, karena sangat takut untuk mengambil keputusan yang
nantinya akan banyak mudharat dari pada manfaat.
Semuanya
memiliki posisi yang sama pada waktu itu, kewajiban di kampus, kewajiban akan
pengorbanan, dan pastinya kewajiban akan janji yang pernah ada. Daaan lomba itu
menjadi pemenangnya, walaupun tidak terlalu berarti tapi perjuangan itu sangat
berat. Andai kalian tau bagaimana perjuangan untuk menyelasaikan karya kedua
dalam sejarah hidup itu, lebih menyakitkan haha *mulai ngaco.
Yaaa dengan
Lomba Karya Tulis Ilmiah, Pekan Ilmiah Kimia 2014, kami akhirnya sampai di kota
itu, tapi kalian tau tidak, sesungguhnya bukan dengan lomba itu kami kesana, tapi
dengan kekuatan hati yang sudah diistikharah kan dan pertimbangan yang hebat hingga
akhirnya kami menginjakkan kaki di bumi Raflesia itu, kota ituuu kota kelahiran
sahabat kami, sahabat baik kami. Sangat luar biasa bisa menyapa tempat kau
dilahirkan, sahabat.. sangat indah rasanya ketika melewati tempat kau
dibesarkan, dan sangat tidak bisa terlukiskan ketika mampu melihat kota tempat
kau melewati masa kecil mu dulu.. dan Kepahiang sangat mengagumkan J.
Terimakasih telah mengizinkan kami mengukir sejarah disana, menciptakan
kenangan indah yang sulit untuk dilupakan, dan merasakan indahnya tempat yang
menurut kau sangat indah di dunia ini, terimakasih.. terimakasih tulus J
Dikota itu
kita membuktikan bahwa perjuangan kita tidak sia-sia, kita mendapatkan hasil
yang bisa dikatakan lumayan memuaskan, yaaa walaupun baru itu, tapi setidaknya
bisa mengobati rasa bimbang sesaat yang hadir pada waktu itu. Dikota itu kau
juga membuktikan, sahabat.. bahwa kau adalah sahabat yang luar biasa, adik yang
baik, dan anak yang berbakti, kau sudah membuktikan itu dan kami melihatnya
dengan mata kami sendiri. Jujur kami hanya bisa tersenyum getir memandangi mu
dari jauh saat kau mengajarkan kami banyak hal, belajar keikhlasan melihat kau
kerepotan mengurusi kami, belajar ketulusan melihat kalian harus menguras
tenaga untuk menemani kami walaupun banyak hal yang hal yang lebih penting bahkan untuk masa
depan nantinya, belajar arti kekeluargaan disaat kau harus bolak balik demi seseorang
yang sangat berharga, yang sudah kau anggap seperti Ibu sendiri, dan kami pun sangat
ingin merasakan hal yang sama, sahabatkuu.. Dan kau tau, sahabat.. ini sangat
mengagumkan, sungguh J.
Ucapan
terimakasih tidak cukup untuk pengorbanan kalian yang telah menemani
bermain-main di kampus, danau itu, jembatan itu dan gedung belajar kimia lantai
dua itu, melalangbuana di benteng yang pernah kau ceritakan dulu, tersenyum
indah melihat sunset di perjalanan menuju pantai panjang, walaupun sesampainya
dipantai, sun sudah benar-benar set J, dan tertegun kagum melihat indahnya Masjid
itu, masjid putih itu yang tidak akan pernah hilang dari hati, *seandainya
sholat magrib boleh 20 rakaat, akan saya lakukan, begitu tenangnya hati berlama
disana, Assalamu’alaik Baitul Izzah J, berfoto di tugu pers yang kalian banggakan,
mengingat kembali arti sehat di rumah sakit itu dan ops jangan pernah hilangkan
dari memori kalian, Bakso simpang Lima yang waw dan semua kuliner Bengkulu yang
serba kol. Dan kalian tau, rasanya tidak ingin melewatkan waktu itu Unii ikaa
sayang, Mba Vetty, Mba Winda, Mba Fanny, Mba Hani, Mba-mba cantik, Mas yang
saya lupa namanya, hehe punten yaa dan terimakasih sudah meramaikan hari-hari
kami sehari di Bumi Raflesia, ka Yusuf yang ketemu sebentar di dekat mushola
tua, yang waktu itu lagi kampanye pemilihan presiden, dan beberapa bulan
berikutnya ternyata beliau memang menjadi presiden Unbeng, Uda Ferdi yang Cuma
nemenin makan bakso doang, kalau itu sih modusnya ketauan, Cuma maunya makan
bakso doang.. Ibu, semoga lekas pulih.. puliiih
seutuhnya.. ga Cuma Medi yang sayang sama Ibu, kami juga.. J
termasuk Uda Ferdi. Ibu tau, Uda Ferdi nyaris lompat sambil gantung diri dari
lantai 3 waktu ituu.. waktu tidak diakui sebagai anak, waktu Ibu maunya Cuma sama
Medi, pegang tangan Medi, dan Uda Ferdi?? bagian cuci piring haha *kami rasa
Uda Ferdi pengen balek ke Curup ambil akta kelahiran dan nunjukin ke Ibu dengan
pasrah haha... sebenarnya waktu itu mau produksi sinetron terbaru, Bu..
judulnya Putra yang diTUKAR.. hehe tapi sutradaranya sedang tidak ditempat..
Okeh the last but not the least, sengaja nama ini terakhir, karena ga tau mau
ditaro dimana.. terimakasih seseorang yang menjadi Tour Guide kami, photographer
kami, tukang traktir makan kami, yang cariin tempat tinggal kami *eta cantik,
terimakasih tumpangannya.. kamarnya sangat indah, tidak akan dilupa pernah tidur
cantik disana, truuus yang selalu memantau keadaan kami, walaupun keadaannya
sangat tidak baik.. dan dia adalah sahabat kami, yaa sahabat baik kami, Medi
Ariansyah, terimakasih tulus J. Sangat bangga melihatmu waktu itu.
Terimakasih gang Juwita, ternyata gang itu memang indah untuk sesaat, dan
memang indah memandangi langit, bulan dan bintang dari bawahnya, tidak
ketinggalan Ibu yang jualan jagung, pada saat kami rekaman *Ibu tau, rekaman
kami jadi lebih bagus dengan esensi suara ibu,, hehe, dan terimakasih sopir
angkot yang sembarang salip dan memancing kemarahan kakak-kakak cantik di
motor, *hohor aii.., terimakasih bapak sopir SAN, bapak-bapak di Bus yang
memarahi kami karena ribuut, *punten pak, kami emang gini orangnya :D. Terimakasih
Universitas Bengkulu, yang katanya disingkat UNIB, tapi saya tidak terima,
kalau Universitas andalas itu kan Unand yaa, kalau Universitas Bengkulu, kan
Unbeng jadinya, dari mana datang UNIB nya kan.. :D, jadi terimakasih saya yang
setulus-tulusnya kepada kawan-kawan Unbeng yang sempat bertatap muka, bahkan
sampai bertegur sapa, terkhusus untuk yang memakai jersey arsenal pada waktu
itu, kalau di UIN mah sama sekali tidak ada mahasiswa yang memakai jersey ke
kampus, palingan kalau iya, itu sedang olahraga sore, bukan untuk ngampus,
salut buat beberapa orang yang saya temui pada waktu itu pulang dari kampus
memakai jersey yang sangat saya cintai J, semoga suatu saat nanti kita bertemu lagi
dengan jersey yang sama, tentunya di tempat yang jauh lebih indah *Emirates
Stadium. Semoga J
Okeh,
walaupun kedatangan kami tidak disambut dengan tari persembahan layaknya
kedatangan walikota di kampus, tapi semoga kedatangan kami sedikit memberi
manfaat, kalaupun itu tidak memberi manfaat, setidaknya tidak mendatangkan
mudharat. Terimakasih semuanya, tidak terlupa untuk juri-juri LKTI yang luar
biasa, dosen Kimfis katanya, semoga suatu hari nanti kita berada di forum yang
sama ya bu J, sangat saya nantikan. Itu sepenggal kisah
di akhir Februari 2014, saya sangat suka bulan Februari, sangat menantikan
datangnya bulan Februari, bulan Kue, dan bulan kado hehe. Terimakasiiih sekali
lagi, untuk yang namanya tidak disebutkan dalam tulisan ini, jangan kira saya
tidak sengaja, saya sengaja kok, karena kalian jahat siih, hehe apasiih.. tidak
tidak.. saya minta maaf untuk nama-nama yang tidak sempat saya sebutkan dalam
rangkaian perjalanan ini, yang mungkin seharusnya tertuliskan, tapi karena
mengingat ingatan saya tidak terlalu baik, jadi harap diberikan kemakluman J.
Terakhiir, semoga suatu saat nanti kita bertemu lagi, dengan hati yang baru
ditempat yang jauh lebih indah.
2014...., terimakasiih
untuk janji yang sudah tertunaikan.
Terimakasih langit biru Bengkulu, melihat mu
semua keraguan musnah. terimakaasih tulus J
Maret 2014
yang indah. Bertemu dengan mereka pewaris peradaban, pemimpin masa depan dan
mereka-mereka yang akan memperjuangkan nasib bangsa ini. Yaa mereka nantinya
yang akan memikul beban berat ini, memajukan negara yang sudah merdeka 67 tahun
ini, Indonesiaku sayang. Walaupun caranya waktu itu tidak terlalu singkron,
tapi saya rasa ini adalah salah satu bentuk rasa cinta kepada bangsa ini.
Dengan
mengikuti olimpiade kimia atau chemistry championship yang kami adakan, mungkin
tidak terdapat hubungan yang terlalu significant dengan kemajuan bangsa, tapi
percaya atau tidak, saya mendapatkan itu, mendapatkan pelajaran itu dari
mereka. Dari mana datangnya, kembali lagi saya tidak tau harus mengutarakan
dari mana apa lagi menselatankan nya tambah ga ngerti hehe.
Dari
pertemuan itu saya belajar banyak arti perjuangan, terutama perjuangan untuk
satu kata yang disebut MIMPI. Dan perlahan tapi pasti saya bisa menyimpulkan
bahwa memang manusia hidup bukan karena hanya dengan menghirup oksigen dan
melepaskan karbon dioksida, tapi satu faktor lain yang mungkin tidak kita
sadari yaitu mimpi.
Mereka
mengajarkan saya dengan cara mereka sendiri, dengan cara elegant dan berbobot.
Entah kenapa saya tidak merasa tergurui sama sekali. Semangat mereka untuk
mimpi mereka, tidak bisa dipandang sebelah mata. Kalian tau, di waktu luang
yang biasanya dimanfaatkan untuk berbagi rasa alias bercerita ini itu kepada teman-teman,
mereka mengubahnya menjadi berbeda, mereka menggunakan untuk membaca buku. Ya
mungkin itu biasa saja bagi kalian yang tidak menyaksikan pemandangan ini
secara langsung, jujur bagi saya yang menyaksikannya, rasanya sakitnya
disiinii.. kenapa?? Pertama kenapa mereka tidak bercerita mengenai hal baru
yang mereka alami, padahal bisa saja mereka menceritakan pengalaman soal
olimpiadenya, kedua bacaan mereka itu buku yang saya kenal dekat dengan bukunya
baru semester 3, sedangkan mereka dengan santai dan tetap keren membaca buku
tersebut tanpa beban, bahkan sesekali membahasnya bersama, oh Fessenden... bisa
tidak kita kenal juaaauh lebih duluuu. Rasa sakit itu sebenarnya bukan karena
apa-apa, tapi malu dengan kenyataan ternyata mereka jauh lebih baik. Sangat
jauh bahkan J
Haii formasi
4-4-2, apa kabar kalian dek?? Semoga tidak ada yang berubah dari kalian,
semangat belajar, semangat ingin tau, dan pasti semangat untuk menjadi SANG
JUARA. Dan andai kalian tau, kakak bangga sama kalian. Dan rasa itu tidak
pernah berubah sampai saat ini, persis sama seperti waktu itu, pada waktu
melihat kalian berjuang hidup mati di depan soal Top Ten yang baru kakak print
tadi malam. Haii Top Ten TKT-CC, apa kabar kalian dek?? Tetaplah menjadi
pelopor perubahan itu, semoga Indonesia di masa kalian menjadi lebih baik, itu
harapan kami, itu harapan kita.
Terimakasih
untuk pertemuan itu, adek-adek SMAN PLUS Provinsi Riau, Luthfi, Adith, Hadi,
dan , terimakasih adek-adek SMAN 8 Pekanbaru, Taufik dan kawan-kawan, MAN 2
Model Pekanbaru, adik kakak kakinya sudah sembuh kan?? Dan adik kami dari
Dharmayuda, Evelyn semoga sukses yaa.. J. Sangat berharap kita bisa bertemu lagi,
menebar kebaikan bersama, kapanpun dan dimanapun itu. Sampai jumpa lagi laskar
4-4-2, terimakasih tulus untuk semuanya, kakak bangga sama kalian. Sungguh. J
Bulan-bulan
berikutnya di tahun ini dipenuhi dengan orang-orang baru, yang dipertemukan
dengan caranya sendiri, dengan cara yang tidak biasa. Bertemu dengan
orang-orang luar biasa dalam seleksi Kapal Pemuda Nusantara. Sebenarnya saya
tidak terlalu menginginkan mengikuti seleksi tersebut, karena beberapa hal yang
saya rasa sangat penting, sangat penting jika anda ingin diakui sebagai warga
negara Indonesia. Kedua, saya rasa passion saya tidak disana, tapi entah apa
yang membuat hati ini ingin mencoba hal baru itu, yaa coba keluar dari kotak
inii. Akhirnya saya mengikuti seleksi tersebut dengan alasan untuk mencari
teman baru, dan pastinya pengalaman baru. Dan kalian tau tidak, ternyata saya
mendapatkan lebih dari itu, saya mendapatkan banyak pelajaran baru disana,
belajar keberagaman dalam kesatuan eh atau kesatuan dalam keberagaman, yaa
itulah pokoknya. Mendapatkan teman baru dengan beragam keluarbiasaannya, kakak
baru dengan banyak perbedaan tapi kita tetap satu, pengalaman indah pada saat
mengerjakan soal tertulis, yang bahasanya minta ampun ribetnya, presentasi di
depan Alumni KPN yang pertanyaannya diluar perkiraan, tes wawancaranya yang
lebih diluar pengetahuan, dan yang saya tau Cuma satu Jalesveva Jayamahe haha
sungguh mengagumkan. Tes lari yang luar biasa, rasanya bumi ini ga diam pada
saat diinjak, perut rasanya tidak berada ditempatnya, apalagi isinya, lambung,
usus, ginjal dan diafragma saya tidak tau pada hijrah kemana tu organ-organ
penting. *elehh. Tes renang yang membuat perut kram, hingga akhirnya saya tidak
bisa berenang, air dingin kolam berenang itu sangat pas menyambut hawa panas
setelah berlari kencang, yaa sangat pas untuk membuat demam 4 hari ke depaan,
oh terimakasiiih banyak untuk itu, hehe. Dan pasti kebersamaan dengan kalian,
susah dihilangkan dari memori yang sudah diberikan Tuhan ini, sangat susah
bahkan. Entah kenapa, entah apa yang spesial dari kalian, saya tidak tau.. tapi
yang pasti kalian adalah pemuda Indonesia yang sangat bangga dengan Indonesia,
begitupun saya, sangat bangga menjadi bagian dari kalian. Terimakasih.
Untuk
kalian, teman-teman calon alumni KPN, dan juga untuk yang sudah benar-benar
menjadi alumni KPN terimakasih untuk semuanya, semuaaa yang sudah kalian
ajarkan, kebaikan yang sudah kalian tularkan, terimakasih. Namun yang pasti
satu kalimat aja buat kalian semua. KPN ini adalah tentang kamu, ya tentang
kamu. Kamu tidak harus menjadi saya, menjadi dia, ataupun menjadi mereka.
Cukuplah jadi dirimu sendiri. Kamu punya warnamu, kamu punya caramu.
Inspirasikan. Namun jangan lupa kamu harus ceritakan warnamu kepada yang lain,
agar semangat itu menular kepada semakin banyak orang. Karena saya yakin ada
banyak cara kita untuk mengabdi kepada bangsa ini. Ayo kita buktikan cinta dan
pengabdian kita terhadap Indonesia. Untuk mu Indonesia, dari kami pemuda
Indonesia, karena INI KAMI, bukan MEREKA. Dan tau kah kau Indonesia.... betapa
inginnya kami, agar bangsa ini mengetahui bahwa kami lebih mencintainya dari
pada diri kami sendirii. We love you Indonesiaku.
Terimakasih
dulu untuk inspirasinya, hehe Pak Presiden UIN SUSKA Riau, terimakasih tulus
untuk inspirasi quote Hasan Al-Bannanya kak Zae, mengagumkan, sungguh. Terimakasih
pasti untuk teman-teman yang dipertemukan di pertengahan April ini, ka Ruth..
*Rindu kakak, mba Elisa.. *ayo kita ikut lagi seleksi tahun depan kaaan??
Sebatik sebatiiik J, kakak nya Muna yang luaaaar biasa, serasa
punya abang baru, terimakasih untuk pengayomannya.. *cepat wisuda kak, kak Dori
umat teramah sedunia, kak Kelik *hoho ternyata kita ketemu juga di UIN.., Fauzi
*semangat bro, tahun depan pasti berangkat, kami aja yakiin, dan semuanya yang
menjadi penyemangat pada saat penampilan bakat, walaupun saya tidak berbakat
haha. Hop, terucap selamat untuk kakak tercinta, yang selalu tersenyum, selalu
positif, selalu semangat, selalu memandang kedepan, saya tau ini adalah
buahnya, dan sangat ingin selalu menjadi adiknya, Ka Cici Safitri, selamat
tulus untuk keberangkatannya, untuk perjalanan yang harus banyak berdoa, *kakak
hati-hati pokoknya, kami Cuma pengen liat senyum kakak pulang dari sana nanti,
kak Tia juga, selamat ya kak, jagain ka Cici, eh sama-sama menjaga deh.. dan
untuk semua perwakilan Riau, hati-hati dan barokallohumfiik J
Belum habis
kenangan dengan kalian, teman-teman KPN, saya kembali dipertemukan dengan
orang-orang terindah di muka bumi ini, bersama kalian perempuan UIN SUSKA, saya
yakin kita benar-benar agen perubahan itu. Bagaimana tidak, kita mampu
membuktikan bahwa kita juga bisa seperti mereka, bahwa kita tidak kalah dari
mereka, bahwa mereka pasti membutuhkan kita. Haii Kartini Next Generation
Awards, masih semangat untuk membangun UIN SUSKA?? Masih semangat untuk negeri
ini?? Masih semangat untuk Indonesia?? Pasti.. saya yakin, rasa itu tetap sama,
sama seperti waktu itu. Terimakasih juga untuk juri-juri, Ibu Ketua Pusat Studi
Wanita UIN SUSKA Riau, Ibu Ara, dosen Fakultas Sains dan Teknologi, teman-teman
peserta yang saya banggakan, dan pasti panitia Girl’s Expo yang mati-matian
demi berdirinya gapura acara ini, Defri dan teman-teman di asrama putri
terimakasih untuk tiupan balonnya. Setiap tiupan kalian menjadi pahala di akhirat
kelak, aamiin. Dan ferooo.. terimakasih untuk design lebah centilnya, design
spanduknya, dan design sertifikatnya.. yaa terimakasih sudah mau direpotkan.
April yang
indah, disambut dengan Mei yang tidak bisa dilupakan. Kalian tau, bertemu
dengan salah seorang penulis impian itu rasanya memang tidak bisa digambarkan
dengan banyaknya karakter di status fb, apalagi 140 karakter di twitter, sangat
tidak cukup. Bertemu langsung, melihatnya bercerita, berfoto bersama, bahkan
sempat bertegur sapa sepatah dua patah kata, waw ini adalah hidup, hidup yang
nyata. Haha. Uda Ahmad Fuadi, sukses selalu dan tetaplah menginspirasi J
Kembali
dihadapkan dengan aktivitas besar di BEM itu sangat menyenangkan. Apalagi acara
ini sudah dirancang dengan sedemikian rupa dan euforianya sudah dari beberapa
bulan yang lalu. Kita sudah berusaha maksimal untuk itu, dan hasilnya.. untuk
pemula nilainya sudah bagus. Tepuk tangan dulu... acara ini terlaksana atas
dasar perjuangan yang sangat dahsyat, kadang-kadang tawa mencuat kepermukaan,
tapi tidak jarang deraian air mata juga berjatuhan membuat parit kecil dipipi
ini.
Suksesnya
acara Cerdas Cermatnya, karena kalian, hebatnya acaranya debatnya, karena
kalian, meriahnya acara Nasyid dan akustiknya berkat kalian, hebohnya adek-adek
SD berpidato adalah andil besar kalian, khidmatnya tahfidz Al-Quran perjuangan
kalian, karena kalian ada dibelakang ini semua, sahabat Inspirasi. Kalian
orang-orang hebat yang pernah saya tau.
Terimakasih
sedalam-dalamnya kepada panitia IBF 1, Islamic Book Fair pertama, yaa jangan
heran hasilnya baru sesukses ini, karena ini merupakan yang pertama, dari sini
kita akan banyak belajar, Pak pres, yang sudah demam memikirkan ini acara jadi
atau tidak, harus baik-baikin Ibu di rektorat yang merajuk.. hehe ini demi
acara ini, pak.. Pak Wapres yang tidak pernah marah, sekali rada emosi jadi
agak takut, Kak Gusti dan Kak Alvian, pencari massa yang luar biasa, walaupun
ujung-ujungnya ga ada juga massanya, Defri yang harus pulang kampung
menenangkan diri gegara IBF, kak Bayu, ketua panitia yang ngeyelnya minta
ampun, yang selalu update ini itu, yang kadang-kadang marah ga jelas, yang
ngilang pada saat acara berlangsung, oh terimakasih untuk itu deh ketua
panitia, dek Pia sekretaris, yang baru semester awal sudah berkiprah luar
biasa, bangga deh sama kamuu J, dan bidang acara yang harus saya acungkan ribuan
jempol.. hoho ka Ulif, menteri saya yang harus bolak-balik ntah kemana-mana
demi acara ini ada, dadang yang harus menyanyi mengeluarkan suara emas tanpa
dibayar, *banyak yang ngefans loo.. hehe. Mea PJ tahfidz yang paling sukses,
Fitri yang handle Debat dengan baik, dan woow keluarbiasaan kalian, menutupi
kebiasaan saya. To all participant, big thanks, without you, we are nothing.
Terimakasih adik-adik SMA yang sudah datang, dari SMA Muhammadiyah 1 yang gokil
nya ga ketulungan *sampai ketemu disekolah nanti J, adik-adik
SMA1 Pangkalan Kerincii yang sudah jauh-jauh kesini. Adik-adik SMP Al-Muslimun,
kalian luar biasaa.. adik-adik Darun Nadhdhoh, selamat yaa, dan untuk adik-adik
kami tersayang, dari berbagai SD di pekanbaru.. haa kakak sayang sama kaliian,
cepat besar ya J, guru-guru pembimbing yang kami hormati dari
semua satuan jenjang pendidikan, yang sudah lancar banget manggil saya dengan
sebutan, diin.. haduh, senaangnya buu, saya dipanggil begitu, sampai mau koprol
rasanya, hehe. Juga terimakasih untuk rekan-rekan Universitas Islam Negeri
Sultan Syarif Kasim Riau, yang sudah menjadi peserta lomba, yang sudah
mengunjungi bazaar bukunya juga, yang sudah mendoakan acara ini, terimakasih,
teman-teman dari Universitas Riau yang juga menjadi peserta lomba dan bedah
buku, terimakasih antusiasnya, semoga persahabataan ini akan terus berlanjut.
Terimakasih untuk semua sposnsor atas semua bantuannya yang tidak terhingga,
mempromosikan acara kami dengan ikhlas, untuk semua penerbit dan toko buku,
semoga semuanya berkah, terimakasih, SUSKA FM.... terimakasiih, saya sudah di
ajak siaran, haha norak banget *katanya suara saya bagus kalau siaran, eleeh,
nyenengiin hati doang. Terimakasih kak Izan, yang sudah menghidupkan acara
kami, susah payah memandu semuanya.. SENDIRI, haa terimakasiih. Kak Nad,
terimakasih juga atas bantuaannya, maaf belum bisa ngasih apa-apa. Terimakasiih
juri-juri lomba, juri tahfidz, juri Nasyid dan akustik, juri dai-daiyah, juri
debat, pak Dasuki yang marah dipanggil bapak, pak Alfi terimakasih untuk
bantuannya, kak Anel, dan Dosen hebat dari syariah.. terimakasiih bapak J.
Terimakasiih semuanya, yang susah untuk saya ungkapkan. Sampai jumpa lagi di
IBF selanjutnya. Pasti akan rindu dengan suasana ramai di Islamic Centre,
hari-hari penuh deadline, hari-hari penuh target, hari-hari penuh emosi,
hari-hari penuh perjuangan, hari-hari penuh tangisan dan hari-hari dimana tidak
sempat untuk memikirkan diri sendiri. Sahabat Inspirasi, itulah kita. Sangat
bangga berada ditengah-tengah kalian.
Andai kalian
tau, perjuangan untuk IBF itu jauh lebih berat dari pada teman-teman di Bali
yang juga berjuang mengadakan Rakernas 2014 *hop, maaf.. saya hanya
berspekulasi, tapi saya rasa benar adanya. Begitu bangganya dengan kalian
sahabat inspirasi. J
Setelah
hampir satu tahun berlalu kita dipertemukan di Rakernas BEM-SI 2013, akhirnya
kenangan itu terlintas lagi di depan mata tahun ini. Masih terasa lelahnya 4
hari bersama panitia Rakernas yang tidak akan saya lupa, masih terasa hiruk
pikuknya rapat malam-malam di Rektorat lantai 5 itu, masih terasa serunya
jalan-jalan di danau buatan itu, masih terngiang kehebohan di bus yang hanya
membahas sungai Siak, masih terasa sedihnya melihat keberangkatan kalian, dan
sekarang kita dipertemukan lagi dengan suasana yang sangat jauh berbeda
pastinya. Di Bali. *atuuur jam dulu hehe. Sebenernya mendengar nama kota itu
saja, agak horor, walaupun itu salah satu kota berawalan ‘B’ yang ingin saya
kunjungi suatu saat nanti. Tapi ternyata waktunya dipercepat, terimakasih J.
Dengan
bertemunya kita kembali, ternyata tidak memberikan rasa yang sama seperti waktu
itu. Semuanya sudah jauh berbeda. Tidak mengapa, ini bagian dari pergerakan
kita. Bertemu dengan kalian, tentunya orang-orang baru, dengan karakter yang
baru juga, memberikan banyak pelajaran hidup. Entah kenapa disana saya
merasakan keimanan saya menjadi meningkat, bukannya sombong atau bagaimana,
yaaa namanya hidup, iman pasti kadang naik kadang turun, nah pada saat itu saya
sangat merasakan iman ini naik dengan manis. Bagaimana tidak, jangankan untuk
sholat berjamaah setiap waktu layaknya disini, mendengarkan azan saja, saya
hanya sekali, dan kalian tau, itu dari handphone salah seorang peserta
Rakernas. Huaa dan rasanya, seperti gelas yang diisi air putih dari lemari
pendingin, segaaar dan terisii. *ternyata memang kosong, kalau jauh dari nuansa
Islami ini ya Alloh, bersyukur dilahirkan, dibesarkan, dan disekolahkan disinii
J.
Sedikit
bercerita, disana kita syuting untuk Mata Najwa yang ditayangkan di Metro TV.
Seruu sih, tapi tetap saja ada sisi negatif dari segala sesuatu yang kita
lakukan. Tau tidak, syutingnya itu jam 13.30 pada hari JUMAT dan sudah harus
masuk ke dalam lokasi pada jam 12.00 waktu setempat. Masalahnya?? Yaa
sebenernya memang tidak ada masalah bagi kalian yang tidak peka, tapi masalah
BESAR *sengaja saya CAPSLOCK bagi lelaki muslim. Dan how come gitu yaa,
ternyata masalah itu masih saja harus diputuskan secara votting, eleh kalian
kira inii apaa?? *sempat stress. Dan untuk semua itu diambillah keputusan yang
baik dari yang terbaik. Salut buat mereka-mereka yang tetap pergi sholat Jumat,
saya rasa mereka tambah kece haha, mereka harus berjalan kaki dengan jarak
sekitar 4 km dan kecepatan 2,5 km/jam, dengan estimasi gaya gravitasi bumi 9,8
m/s2, hitunglah berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai masjid
tersebut. Haha kenapa jadi soal fisika beginii, sudah lupakan. Mereka mengambil
keputusan yang tepat, keputusan yang di ridhoi tentunya. Di acara tersebut saya
belajar banyak hal, terutama dalam prinsip dan pilihan, dan ini sangat
menakjubkan. Bertemu dengan sosok yang saya kagumi beberapa tahun terakhir ini,
itu yang membuat ini terasa ada positifnya hehe. Walaupun hanya mengagumimu
dari jauh, itu sudah cukup. Pak Anies Baswedan, apa kabar?? Terimakasih untuk
inspirasinya, terutama sekali untuk bukunya, amazing J,
*terimakasih, Riin, ka Allan, bukunya keren, dan akhirnya kesampean juga
bertemu penulisnya langsung, walaupun malas banget mau foto bareng haha.. Saya
hanya mengagumi beliau sebagai akademisi dan penulis buku, tidak lebih dari
itu.
Tujuan dari
Rakernas adalah untuk merapatkan kembali barisan kita dan merumuskan eskalasi
gerakan kita sebagai aliansi BEM SI, jadi ini tidak bisa main-main. Rapat
sampai jam 3 pagi itu sudah biasa sebenarnya, dan harus menyelesaikan semua
issue yang dibahas itu sudah tidak asing lagi bagi kita, aksi di siang bolong,
panas-panasan itu sudah menjadi tradisi kita. Yang tidak biasa, ini di Bali
rekan-rekan sekalian.. waktu sholat rasanya susah sekali untuk di kontrol, dan
makanaan yang pedas itu walaupun cabenya hanya setitik, luaar biasa.
Mungkin
jatuhnya pilihan Rakernas di Bali ini salah satunya adalah karena keindahan
alamnya, dan memang itu tidak salah. Melancong seolah-olah tourist nyasar di
Uluwatu asiik juga, melihat monyet-monyet hitam yang lompat sembarangan
merenggut apapun yang terlihat keciil, haha untung tidak merenggut nyawa,
berfoto dengan kakak-kakak cantik pulang beribadah dengan di dahinya ada
beras-beras gitu, hehe lucu juga itu beras kok bisa nyangkut di jidat, melihat
pura *dibaca pure, e nya lemah, pura itu hanya boleh dimasuki oleh orang-orang
yang dalam keadaan bersih alias suci. Yaa ini pelajaran kesekian, ternyata
masuk rumah ibadah merekapun harus orang-orang yang bersih. Pantai?? Tenang..
Uluwatu dilengkapi dengan pantai yang tidak bisa dilewatkan untuk berfoto
bersama, pantainya biruu membentang diantara bukit-bukit hijau, ya Alloh
indaaaah niaan. Selesai di Uluwatu, rasanya garing aja, kalau di Bali tidak ke
pantai yang asli. Dan rute kali ini ke pantai Pandawa.. ada itu pandawa lima,
yang ada nakula dan sadewa, itu salah duanya siih J.
Sampai di Pandawa sudah jam 16.30 dan kami belum sholat zuhur, apalagi ASHAAAR,
dan sudah tidak ada lagi kedamaian di bumi ini. Turun bus langsung hunting
mushola, ternyata NIHIL, tidak ada pemirsa. Oke, kita hunting toilet saja.
Disamping toilet ada Ibu-ibu dan dan bapak-bapak yang jualan sate.. sate sih
biasa aja, tapi judulnya besar banget, SATE BA*I, terus ada tulisan kecil
dibawahnya sate kambing, dan dipanggang di pemanggangan yang samaa. Waaw saya
berdecak kagum, eh kaget maksudnya.. usai berwudhu di tempat horor itu, oalah
sudah terhirup aroma daging itu hukumnya bagaimana, saya tidak tau. Berusaha
mencari tempat sholat, tidak mendapatkan titik terang. Awalnya ada ide konyol,
sholat ditengah mereka yang lalu lalang di pantai sore itu. Hehe saya rasa
siih, agak bagaimana dengan ide ini. Lebih mending sholat diatas bus, itu
mungkin lebih sopan dan lebih terjaga dari godaan yang mungkin menghadang haha.
Pendek cerita, kalian tau akhirnya kami sholat dimana?? Di parkiran dekat bus
kami di parkir, di hamparan batu-batu besar, ini nenek buyutnya kerikil saya
rasa, berkumpul sekitar 75 buah kerikil nah bergabung menjadi satu, itu dia
batu yang menjadi alas sujud kami ditambah dengan bendera BEM masing-masing
kampus, sholat pada saat itu terasa sangat berbeda, terasa lebih khusyu’ dan
menyedihkan, ternyata memang benar, menjadi minoritas itu menyakitkan.
Memprediksi arah kiblat dengan melihat arah matahari, saya sangat bangga
menjadi makmum seorang imam yang luar biasa itu. *terimakasiih mas, walaupun saya
tidak tau, tapi yang pasti saya sangat bangga berada di belakang bersama dengan
makmum yang lain, terimakasiih untuk 4 rakaat yang di jama’ qashar itu.
Terimaakasih tulus J
Kembali
menikmati pantai Pandawa itu, dengan pantai lepas rasanya semua beban di pundak
ini lepas juga. Menghirup udara pantai yang biru itu tidak akan bosan-bosan
mengucapkan rasa syukur kepada pencipta pantai ini, memang Engkau tidak ada
yang menandingi ya Alloh.. Fabiayyi aalaairobbikumaa tukadzzibaan.. walaupun di
kota ini sangat sedikit rumahMu, tapi engkau masih menganugerahi rumah-rumah
indah yang mengkin bisa kami jadikan sebagai tempat bersyukur atas semua
limpahan rahmatMu. Alhamdulillah. Alhamdulillah juga masih bisa menghabiskan
uang di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bali. Tidak ada satupun yang
tidak ada rasanya di dalam warung tersebut *haha waruuuung, harganya tidak
mahal, tapi kenapa setelah diakumulasi semua uang ludes, sampai-sampai rekan
satu bus kami hampir tidak bisa pulang karena kehabisan uang *ah, itu omong
kosong mereka. Dan lucunya, warung tersebut hanya memperbolehkan berbelanja
dalam waktu 1 jam saja tidak boleh lebih, lebih dari 1 jam, kita akan di usir,
seru juga sih, untuk menghambat kegilaan mata ini.
Banyak
cerita yang sudah terukir di kota berawalan B itu. Terimakasiih untuk semua
peserta Rakernas BEM-SI 2014, Mba Sinta, mba cantik dari UNPAD *ayoo kita foto
lagi mba.., Mba Mut, bendahara umum BEM UNP *semangat TA ya mba, harus main ke
pekanbaru lo.., Mba Iffah comel dari IPB *terimakasih sudah mengajarkan makan
tepat waktu, Mba Uswah *Hiduup FP mbaa..., Mba Timmy yang super sibuk dari ITB,
Mba Murni cantik, yang ga bosen-bosen foto *ajak kami ke UNAIR dong mba.., dek
Elita, si lembut dan baik hati dari Polinema *besok-besok kita cerita lagi yaa.,
oh, terimakasih untuk kumpulan orang-orang ‘gilak’ di Bus 1, *SATU emang selalu
lebih baik, itu slogan di dalamnya, bus paling ribut, paling heboh, tidak bisa
diam, paling ribet dah, dan untuk semua mba-mba, mas-mas, bli-bli nya, pak
Korpus sukses selalu, dan untuk mas yang ngakunya anggota FP yang baru *sorry
banget, kita tidak terima anggota magang haha, tak lupa duo comic dari STT-PLN
yang terbuang dan kehabisan uang, dikirain sudah pulang sama panitianya,
padahal masih ada, maaf lo mas ga dianggap, gimana mau dianggap, kerjaannya
meribut, bikin orang ketawa ngakak, sakit perut sampe mau muntah *TANGGUNG
JAWAAAB, kak Ade, tidak pake K, tetangga sebelah yang ternyata gokil juga, mas
Anta UNPAD, ini pertemuan kedua, tidak ada yang berubah ya mas haha, semua
presma seluruh Indonesia, termasuk Pak Pres kami yang selalu bijaksana, tidak
ada yang bisa mengalahkan, Bendum kami yang baik, tetap tidak tergantikan,
karena kalau Bendum yang lain ga akan mau kasi kami uang hehe, semua jajaran
panitia dari BEM Universitas Udayana yang sudah melayani selama beberapa hari
disana *maaf kami banyak merepotkan dan terimakasih sudah mau di repotkan.
Semoga suatu saat kita bertemu lagi, dan kalian sudah menjadi orang-orang besar
yang hebat, sama seperti kemarin. Persis J.
Dan
akhirnya, bertemu kalian, hidup ini menjadi semakin lengkap. Saya merasa
seperti orang yang paling bahagia di dunia, *eleh, lebbaay :D. Ya pertemuan
yang awalnya sangat tidak saya harapkan, yang bermula dari keputusan yang sudah
dinanti sejak lama. Hingga akhirnya keputusan itu memberikan kejutan yang luar
biasa. Haloo nama saya Dini Febria Qisthy Pendidikan Kimia dan KKN di Sungai
Dusun, Tembilahan
Dan bertemu
kalian pada saat belum lengkap, ternyata tidak mengurangi esensi keluarga baru
kita. Merasakan ada sedikit kenyamanan baru disamping kalian, walaupun
kenyamanan itu hadir dipaksakan. Merasakan adanya kesamaan sifat, merasakan ini
akan menjadi petualangan yang luar biasa. Ya bersama kalian, ini akan jauh
lebih baik.
Berangkat
untuk melalui rangkaian kegiatan civitas akademika dan untuk memenuhi Tridharma
Perguruan Tinggi ini, saya yakin ini akan berjalan tidak mudah. Tapi bersama
kalian semuanya berubah menjadi lebih indah. Menjalani hari-hari bersama kalian
di daerah baru, dengan kondisi yang tidak bisa dideskripsikan, saya merasakan
sesuatu telah merubah hidup saya. Dan itu kalian yang melakukannya untuk
pertama kali.
Kita bisa
melewati hari demi hari dengan keceriaan walaupun dalam keadaan kekurangan air,
kita bisa melewati hari demi hari dengan canda tawa walaupun dalam keadaan
gelap tanpa penerangan, kita masih bisa melewati hari dengan suka cita walaupun
kenyataan sangat pahit yang harus dihadapi. Tapi memang tangisan itu tidak bisa
hadir entah kenapa, dan kalian harus tau, (sebenarnya) tidak ada tangisan
disini, wonderful tembilahan.
Penyambutan
mereka yang luar biasa, pelayanan mereka yang tidak ada cacatnya, membuat
semuanya jauh lebih indah. Walaupun disisi lain kita merasa ribet sendiri,
harus begini harus begitu, harus seperti ini dan harus seperti itu. Yaa..
diperlakukan bak artis idola, kalian pikir tidak rempong.. :D
Sebenarnya
hidup yang sudah kita jalani 21 hari disana tidak seindah lukisan kata-kata di
atas, awalnya menunggu jam itu bergerak dari jam ke jam saja rasanya mau di
bantuin, sangat lama hari berjalan. Dan memang sangat lama, rasanya matahari
tidak berpihak kepada kita, perputarannya sangat lama dari barat ke timur,
ayampun juga tidak mau bersahabat dengan kita untuk berkokok dengan cepat
menandakan pagi menjelang. Dan percayalah, itu perasaan alamiah yang dimiliki
manusia, jangan terlalu cepat menyalahkan keadaan, kawan.
Life is a
bubble gum, it’s sweet and it’s fun. Itu memang benar. Banyak hal yang indah
yang sekarang tidak bisa kita lakukan lagi, dan jika teringat masa itu, parit
kecil di pipi ini akan mengalirkan airnya kembali. Menangkap kunang-kunang
bersama... jangankan menangkapnya, melihat kunang-kunang saja hanya di
televisi, dan itupun film kartun hehe. Tidur tanpa atap dan langsung bertatap
malu dengan ribuan bintang, berbicara langsung dengan bulan, walaupun dianggap
gila dan ini sangat menyenangkan, mengagumkan, mengharukan, sungguh.
Percaya atau
tidak kita akan merindukan masa-masa itu, meminta agar waktu bisa diputar
kembali, dan jika boleh memohon masa-masa indah itu diputar secara slow motion.
Masa indah mengajarkan mereka-meraka yang haus akan ilmu, mereka-mereka yang
tidak pernah puas untuk belajar, masa indah pada saat memasak di siang hari di
pos masing-masing, masa indah rebutan pada saat berbuka, masa indah terdiam
dalam gelapnya sahur, masa indah menyaksikan kalian ceramah di hadapan jamaah
masjid, masa indah tadarusan yang isinya hanya kita dan pak Imam, masa indah
rusuh sebelum lampu hidup untuk ngecharge handphone, masa indah bernyanyi
sepuasnya ditepi laut, masa indah mandi bergiliran di rumah warga, dan
masa-masa indah ini karena kalian, ya karena kalian ada disana pada saat yang
sama.
Tidak banyak
mungkin yang bisa terlukiskan dengan kepadatan kegiatan kita setiap hari.
Berusaha dengan keras untuk bangun pagi setelah subuh untuk bertemu mereka di
SD mungkin tidak mudah, tapi itu kita lakukan, mengajarkan mereka yang belum
tau huruf hijaiyah di TPA itu mungkin menyedihkan, tapi itu masih kita kuatkan,
bahkan menyambut mereka yang ingin belajar di posko dengan senyuman hangat
disaat tubuh ingin beristirahat mungkin rasanya sulit, tapi masih kita coba
untuk membuatnya mudah. Memakai alat tulis sederhana, papan tulis manual,
penghapus tisu basah, tapi itu semua tidak mengurangi pesona 3 bahasa yang kita
ajarkan. Semoga suatu saat kita memang bisa bertenu disalah satu negara itu.
Ada mereka yang ingin ke Jepang untuk bertemu naruto, ingin ke Arab untuk naik
haji, ingin ke Inggris untuk menonton bola dan bersama mereka rasanya mimpi
kita menjadi sangat dekat.
Walaupun
kita sering kelabakan dalam menjawab pertanyaan mereka, disaat mereka bertanya
rumahnya naruto itu terbuat dari apa, bunga sakura itu bisa ditanam di
tembilahan atau tidak, lapangan bola di Inggris itu sebesar apa, berapa kali
lapangan di sungai dusun, dan kita harus benar-benar memutar otak untuk
menjelaskan jawaban pertanyaan mereka, pastinya dengan bahasa mereka dan
diusahakan tidak menggunakan kata-kata yang menimbulkan pertanyaan baru yang
tentunya akan sangat menyakitkan jika kita tidak bisa menjawabnya sesuai
kepuasan mereka. Bahkan kita pun kada dibuat kelabakan mendengar jawaban mereka
pada saat di beri pertanyaan. Malaikat yang selalu mengikuti manusia dan
mencatat segala perbuatan manusia, baik perbuatan yang baik atau yang buruk
adalah malaikat?? Dan setelah berpikir keras lalu mereka menjawab dengan yakin,
‘Iblis’. Hah?? Seketika kita tertegun mendengar jawaban itu, walaupun akhirnya
kita tertawa sampai sakit perut hingga berbuka puasa *ini laper atau apa.. :D.
Masih banyak kejutan yang mereka ciptakan, contohnya.... makhluk Allah yang
diciptakan dari api adalah.. maka dengan berdiskusi terlebih dahulu, mereka
menjawab ‘Kucing’. Ya Allah, apakah engkau menciptakan kucing dari apiiii...
ampuni mereka ya Allah, mereka hanya korban dan hampir mengorbankan nyawa kami
haha. Rindu kalian -____-
Melewati
hari-hari penuh cobaan disana itu tidak mudah, sekali lagi ini tidak mudah.
Harus menyatukan 13 kepala yang pemikirannya berbeda-beda. Ada yang keliatan
awalnya baik, tapi setelah kenal lebih jauh, ternyata orangnya begini, ada yang
sepertinya bisa diandalkan, ternyata setelah dilapangan mengecewakan, ada yang
selalu merasa dia yang bekerja sendiri, ada yang terlalu cuek dengan keadaan,
sehingga semuanya tidak dianggap serius, ada yang terlihat seperti tidak ada
isinya, tapi ternyata dia yang menyelamatkan kita dari situasi-situasi genting,
ada yang super sibuk banget dengan handphonenya, ada yang malas sholat, ada
yang disuruh piket susahnya minta ampun, padahal hanya mengambil air di sumur
depan masjid, ada yang kerjaannya marah-marah aja, ada yang begini dan ada yang
begitu. Dan kawan, ku tau setiap manusia itu memiliki sisi positif dan negatif.
Tapi percayalah aku tidak akan melihat itu sebagai sisi negatif kalian, itu
hanya terlihat seperti fatamorgana yang nanti akan segera hilang seiring
tenggelamnya matahari, percayalah.
Maaf, banyak
sisi positif kalian yang tidak bisa terungkapkan, karena sisi negatifku, banyak
keluarbiasaan kalian yang akhirnya merubah kebiasaan ku, banyak kebaikan kalian
yang bisa menutupi keburukan ku, sampai kekurangan yang ku punya tidak terlihat
lagi dengan kelebihan yang kalian punya. Bangganya berada ditengah-tengah
kalian. Kawan, tetaplah seperti ini, tetaplah jadi anak baik. Karena apapun
yang membuat kalian ‘terlihat’ tidak sempurna, AKU TIDAK AKAN RELA.
Tidak ada
kebersamaan seperti ini sebelumnya. Kita berbeda, tapi ada satu titik yang
menunjukkan kita sama, yaitu hati kita. Yaa hati kita sama kawan. Sama untuk
mencari kebahagiaan, walau kadang ada hati yang tersisih. Dan kita masih bisa
menguatkan dikala lemah, kita masih bisa menopang dikala diterpa badai, masih
bisa menerangi dikala matahari mulai redup, meluruskan dikala jalan ini mulai
berliku. Terimakasih sudah disini, kawan. Terimakasih tulus J
Dan sampai
saat ini, rasa itu tetap sama untuk kalian. Tidak pernah berubah dari pertama
kita bertemu. Dan akan selalu begitu. Kalian tetap memiliki celah dihati ini,
disaat semua sisinya terisi J. Terimakasih kordes Syailendra Siregar yang
luar biasa, *ga nyangka ternyata kau orang yang sangat bertanggung jawab kawan,
beb Veri Nofrika dan beb Pindri Agustina, terimakasih untuk semua yang udah
kalian berikan, terimakasih sudah menjadi air dikala hati ini terbakar, sudah
menjadi penyemangat dikala semangat mulai luntur dan terimakasih sudah menjadi
apapun, masakin lauk, ambilin air buat mandi, ya Allah limpahkan rahmatMu untuk
mereka yang Kau sayangi, begitupun aku sangat menyanyangi mereka....
terimakasih ini tidak bisa terungkapkan, sangat beruntung memiliki kalian,
walaupun hanya sebentar, mba Olis, terimakasih untuk semuanya, banyak pelajaran
yang udah mba tularkan, terutama arti kesabaran, gegem terimakasih untuk semua
semangat yang sudah ditularkan, terimakasih sudah menjadi obat dikala sakit
menyerang, terimakasih sudah membantu menghabiskan bedak itu haha, buat umi
yang merasa paling besar disana, yaa terimakasih sudah menganggap kami adik
sendiri mungkin, bahkan sudah dianggap anak sendiri, terimakasih.. Fadil.. anak
PMT yang sangat banyak mengajarkan semua akhlak mahmudah, terimakasih J.
Ya Allah, belum pernah bertemu anak sepolos ini sebelumnya, teman sebaik ini,
adik sepenurut ini, sumpah demi apa. Dalam beberapa kesempatan, dia bisa
menjadi apa saja, bisa menjadi teman, menjadi sahabat, menjadi saudara, menjadi
adik, bahkan bisa juga menjadi musuh haha, Budi yang terlihat seperti tong
kosong nyaring bunyinya, ternyata multi talented dan sangat bisa diandalkan
dalam keadaan terdesak sekalipun, maaf saya lancang menilai dari cover, sekali
lagi saya minta maaf karena hanya menilai dari pertemuan pertama kita, sangat
menyesal, ternyata kau salah satu orang hebat yang sudah kutemui, bisa azan,
bisa jadi imam, bisa ceramah, bisa berdongeng, bisa mengajar, dan lain-lain
yang jika disebutkan disini, saya rasa tidak etis. Yang pasti satu hal, kami
sangat bangga padamu kawan. Dan untuk kawan kami yang tidak terlalu menonjol,
tidak banyak berbuat, tidak suka menunjukkan dirinya, tapi dengan begitu saja
dia sudah terlihat sebenarnya, Putra, kau yang ditakuti adik-adik, tapi
sebenarnya baik, dan sampai saat ini masi jelas di ingatan ini satu kalimat
yang kau lontarkan ketika kita rapat ditengah kegelapan posko, ‘pokoknya kalian
the best’, itu satu kalimat yang tidak akan pernah saya lupakan kawan.
Terimakasih, kau hebat kawan, memiliki rasa segila itu haha.
Huaa.. dunia
rasanya milik sendiri, dan mau teriak sekuat-kuat nya. Saat membaca 1 pesan
dari nomor itu, hanya 2 kata. Tapi air mata sempat meleleh memandangi layar
handphone pinjaman itu. ‘Mbik2 sayaaaang’. Huaa itu pasti kau sahabatkuu.. bisa
kupastikan demi apa..
Maaaf
mungkin tangisan ini, entah lah.. bertemu kalian rasanya..
Well,
terimakasih untuk semua element duaribuempatbelas... Kakakku Cici Safitri yang
sudah resmi memperpanjang namanya, Akak Dewi Citra Kartini, Sahabatku sayang,
menyatu dalam jiwa dan bersahabat karena Alloh, Ririn Syafrina, penebar aura
positif Restu Desriyanti, sibaik Riska Rahmadhani, sicerewet Momi Indah Pitria
Mira, Soulmate praktikum Rozita Sari, Ibuk Pitri Rahma Dewi, dan seluruh
teman-teman satu angkatan, tahun kebanggaan ‘Pendidikan Kimia 2011’,
teman-teman satu fakultas yang selalu merasakan satu nasib atas penindasan Universitas
dan mereka-mereka yang belum bertanggung jawab (ingat, belum, bukan tidak),
teman-teman satu Universitas, Universitas kebanggaan UIN SUSKA Riau, almamater
kita si dongker *2 atau 3 tahun ke depan, warnanya akan berwarna-warni kawan,
percayalah, tidak ketinggalan dkneecious seluruh Indonesia, tanpa kalian saya
bukan apa-apa haha tetap solid yaa.. wkwkwk, semua orang yang pernah saya temui,
pernah bertemu dengan sengaja ataupun tidak, terimakasih tak hingga saya
ucapkan *maaf saya tidak bisa sebutkan satu persatu nama kalian, karena saya
juga tidak ingat, hehe, dan ehem untuk orang yang belum sempat, belum bisa, dan
belum diridhoi untuk bertemu di tahun ini, semoga nanti kita bertemu di waktu
yang tepat :D, dan yaa.. suatu saat kau akan tau ini, besok, lusa, bulan depan, tahun depan atau kapanpun.
Dan ehem, kau tau... ah, pasti tidak tau yaa.. ya sudah tidak usah saja..
BERSAMBUNG
Comments
Post a Comment