Coretan Putri Matahari #Ketika Rangkaian Huruf Namamu Masih Berserakan

Ketika rangkaian huruf namamu masih berserakan.
Aku senantiasa mencari abjad-abjad yang masih tersisa.
Mencari abjad itu diantara arakan awan-awan yang mengelam.
Menyibak huruf-huruf diantara desau angin yang bertiup.
Meski aku tau kau tak akan disana.
Aku tetap akan mencarimu.



Ketika rangkaian huruf namamu masih berserakan.
Kucoba untuk telusuri jalanan raya hingga jalan setapaknya.
Kucoba untuk melihatmu dihingar bingarnya stasiun kereta sore hari.
Aku tetap mencarimu, meski kutau engkau tidak akan ke tempat itu.

Ketika rangkaian huruf namamu masih berserakan.
Berharap kutemukan kau diantara rapinya rak toko buku.
Berharap kutemui disudut bangku perpustakaan.
Hingga ditempat kumpulan jamaah pengajian terbaik.
Meski aku tahu aku tak temui huruf apalagi susunan nama.
Aku tidak akan surut!

Aku?
Aku tidak akan berhenti mencari huruf-huruf itu untuk alasan apapun itu.
Di dalam doa-doa yang senantiasa kupanjatkan.
Diantara jutaan kalimat tanya yang kulontarkan.
Di dalam harapan-harapan yang tumbuh dalam keyakinan dan keimanan.
Aku belum berhenti mencari abjad namamu.

 Hai, adakah kau mencari abjad namaku?
Adakah kau bermain-main di awan?
Adakah kau santai bersama angin?
Adakah??
Atau pernahkah kau berjalan dijalan raya?
Di jalan setapak kampung?
Di stasiun kereta?
Tidakkah?
 Atau maukah kau mencari namaku di tokoh novel best seller?
Maukah kau menunggu di bangku baca perpustakaan?
Atau duduk sebentar di pengajian?
Maukah?

 Jika kau tak kuasa lakukan itu.
Jangan paksa dirimu untuk memenuhinya.
Harapku kau juga mencari namaku.
Walaupun hanya dalam tilawah Ar-Rahman malam mu.
Walaupun hanya dalam Muroja'ah Al-Mulk mu.
Kuharap nama kita bisa bertemu.
Walaupun hanya dalam selusin rakaat di enam salammu.
 Walaupun hanya itu.
 Kuharap kau juga mencari namaku dalam penguatan istikhorohmu.
Kuharap kau menemukan rangkaian huruf di dalam doa panjangmu.
 Jika hingga akhirnya kau tak kunjung temukan rangkaian huruf namaku.
Maka jangan salahkan aku, jika waliku akan menyeret nama lain ke dalam Undangan toska merah jambu itu.
Jangan salahkan ayahku, yang akan memanggil nama berbeda di hari bergetarnya seluruh langit dan isinya itu.
 Jika rangkaian huruf namamu masih berserakan.
Sungguh, izinkan aku mengumpulkan serpihan abjad itu dengan sapu ketakwaan.

 ----------------------------------------------

 Hai Oktober! Be nice yah! ^^ ala anak-anak zaman sekarang. Kembali lagi postingannya romantis kaya ada manis-manis nya gitu ya. Hehe I'm sorry for guys! Ini postingan gue dedikasikan untuk seorang yang luar biasa dalam hidup gue. Dari beliau gue belajar kebaikan. Dari beliau gue belajar kebaikan. Dua kali yah, biar kalian yakin. Hahah! Tentunya, beliau juga tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan yang menjadi penanda bahwa beliau adalah manusia, bukan malaikat Allaah.

 Sebagaimana kata pujangga *eh, kesalahan itu ada untuk menjadi pembelajaran bagi kita ke depannya. Agar bisa kita ambil ibroh. Begitu juga dengan kisah hidup beliau, yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

 Tepat satu tahun yang lalu, bulan Oktober, ada seorang laki-laki yang meminta beliau kepada orangtua beliau. Membaca ini saja hati gue sudah mau copot, haha ini keren syekali. Lelaki itu sangat gentle. Keluarga menerima maksud lelaki baik ini dengan lapang dada tentunya. Tetapi untuk melanjutkan ke tangga selanjutnya, harus ada yang diselesaikan terlebih dahulu, itu pesan dari wali beliau.

Menyelesaikan apapun itu tentunya butuh proses dan ini tidak mudah. Dalam perjalanan melewati proses tersebut, ada banyak rintangan yang pastinya harus beliau lalui. Cobaan dan ujian silih berganti. Mulai dari pertemuan hingga kehilangan. Dan ini tidak mudah untuk beliau lalui. Allah tidak tidur. Selalu ada jalan yang disediakan bagi mereka yang mencari jalan itu. Begitu juga SETAN la'natullah. Dia juga tidak tidur. Memanfaatkan segala kesempatan adalah strateginya.

Dalam keadaan ini lah setan memainkan perannya. Dalam masa itu, ada beberapa kaidah muamalah yang beliau lampaui. Dan saat beliau menceritakan, terlihat sekali penyesalan yang mendalam dan janji luar biasa kepada Tuhannya untuk tidak akan mengulanginya kembali. Tidak ada kata yang pantas untuk dilantunkan selain memuji kebesaran Allaah.

Ingat salah satu ayat di surat favorit gue, bahwa Allaah lah yang mengetahui segala isi hati. Memang iya. Kita yang punya hati, tapi Allah lah yang mampu membolak-balik kan hati kita. Niat beliau tentunya ingin memperbaiki kesalahan yang telah beliau lakukan. Tentunya hijrah ini juga akan berakhir indah jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Walaupun masih ada keraguan dalam beliau akan sosok yang akan membersamai 'nanti', tapi semoga jalan baik yang sudah dipilih akan berujung kata Jannah. Tentunya rasa ragu itu alamiah, sebelum ada kata "SAH" dari saksi disamping wali kita nanti, keraguan akan kualitas iman dan ihsan imam itu pasti akan ada, tinggal bagaimana kita membuat hati kita sendiri yakin. Hati mulu ih dari tadi haha

 Bagaimana dengan rasa cemburu din?

 Jleb ini pertanyaankah haha, gue bingung mau jawab apa, ini mirip moment Bu Yuni ngobrol sama Nurhayati, tapi gatau yang mana Nurhayati, dan kami diam tertahan. Momentnya di diam tertahan ya!! setelah mikir panjang, gue cuma bisa jawab: "Dini berharap beliau *anggap saja memang namanya beliau* kuat dan tenang.." "Dini yakin beliau pasti tau, dia yang akan membersamai kita nanti adalah cerminan diri kita.. InsyaAllaah kalau memang dia yang terbaik untuk beliau, dini yakin perasaan yang dulu pernah ada untuk siapapun itu akan hilang seketika.. atas kuasa Allaah insyaAllaah.. Jujur itu jawaban mungkin terdengar klise, tapi gue bener-bener berharap siapapun yang menjadi takdir beliau adalah orang yang terbaik, yang menyiapkan segala kebaikan untuknya dan untukNya. Selamat memantaskan untuk di pantaskan, Saudariku sayang. Menguntai harap, semoga rasa penasaran ini cepat berlalu.


 Nah, semoga lagi tulisan ini ada manfaatnya bagi siapa saja yang membacanya. Ingatlah, jangan memulai suatu kebaikan dengan kemurkaan Tuhan. Seperti memulai pernikahan dengaaaaaan~~~~ dudududu.. silakan lanjutkan sendiri. Gue balik dulu! hahah bye! *sebenernya gue mau pakai sound track postingan ini lagunya Kang Abay 'Cinta dalam Ikhlas" tapi ga bisa.MALANG!*

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29