29's Warrior #1of29
Tiba-tiba
aku merinding. Entah mengapa, spontan saja di larut senja ini aku merasa
sedikit was-was berada sendiri di halte ini. Oh iya, maaf! Perkenalkan namaku,
Audyna Hilmiya Malika. Orang-orang yang baru kenal, bisa dipastikan akan
memanggilku dengan sebutan Audy, tapi bagi keluarga dan orang terdekatku,
mereka terbiasa dengan panggilan Dy atau sesekali Dyn. Dan aku sangat suka. Aku
anak bungsu dari 6 bersaudara. Formasi ini cocok sekali jika bermain futsal
atau bola volley. Haha abaikan!
Kulirik
jam tangan arsenal kado dari sahabat terbaikku. Aku tersenyum getir; pahit. Selarut
ini aku baru akan pulang menunggu angkutan umum menuju rumahku. Anak gadis
macam apa aku ini, batinku berteriak mesra. Tapi seketika otakku membenarkan,
bahwa tugas dan amanah kampus itu tidak main-main. Oke hentikan semua ini!
teriakan tertahanku agar pikiran dan perasaanku tidak bertengkar lagi. Ini
permen untuk kalian *eh haha.
“Asyhadu
allaa ilaaha illallaah..” terdengar sayup suara adzan muadzin di masjid
seberang sana. Seketika hatiku bergetar. Sudah lama rasanya aku tidak merasakan
perasaan sesyahdu ini. Kurasa Allaah benar-benar memanggilku dengan panggilan
sholat itu.
“Ya
Allaah, ampuni aku”, bisikku sembari tetap berharap angkutan umum yang kutunggu
segera datang. Kulanjutkan dengan membaca doa setelah azan, kemudian mencari
sesuatu di dalam ranselku.
“Oh,
ini dia”, seruku spontan. Sebuah mushaf biru langit yang selalu menemani
perjalananku yang bisa dibaca ketika waktunya tilawah. Baru saja aku akan
membuka halaman yang sudah kutandai sebelumnya, dari sudut mata kulihat
bayangan hitam menghampiri. Bayangan itu semakin dekat. Aku tetap menunduk dan
merasakan hawa lain. Pikiranku mulai berkecamuk tidak menentu,
bayangan-bayangan aneh berkelabat tanpa bisa kuhentikan putaran filmnya.
Semakin mendekat….. dan, nafasku terhenti
kemudian menghembus lega. Ternyata hanya salah seorang ikhwan kampus yang
sepertinya juga menyelesaikan amanah yang sama denganku. Eh, itu hanya
prediksiku saja.
Setelah
berhenti tepat di depanku, tanpa kuduga ia menawarkan bantuan. “Dasar! Pasti ia
ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan”, gumamku.
“Terima
kasih, tapi tidak perlu.” Jawabku singkat, padat, tepat, jelas dan actual terpercaya.
Haha. Kuharap ia mengerti alasannya. Ini masalah aqidah, Kapten!
Kemudian
ia berlalu.
Entah
ketakutan apa lagi yang muncul, hingga seketika aku berharap ia kembali
kebelakang dan bertanya untuk kedua kalinya dengan kesan memaksa seperti di
film-film remaja saat ini, sehingga membuat aku tidak sanggup untuk menolaknya.
Scenario itu resmi beraction di
kepalaku. Dan apa? Kalian tau? Allaah ternyata menguji imanku. Gayung bersambut,
motor keluaran 2014 buatan Jepang itu mundur dan pemiliknya kembali berbicara
kepadaku. Ada yang bersorak girang terdengar olehku, tapi aku tidak tau
dibagian mana.
Ia
menjelaskan asumsi-asumsi pembenaran. Entahlah! Katanya ini kondisi darurat,
sudah malam tidak ahsan perempuan masih di luar rumah, apalagi sudah azan
maghrib, dan teori-teori lain yang dikemukakannya. Hingga akhirnya aku
menyetujui untuk diantarkan pulang. Setelah menyebutkan jalan dan nomor
rumahku, motor berjalan dengan kecepatan medium sekitar 35 km perjam. Dengan perkiraan
bahwa gravitasi bumi saat itu adalah 9,8 m2/s2, maka aku
sibuk mengkalkulasi berapa menit waktu yang dibutuhkan. Eh kalian boncengan? Guys,
ada tas kok sebagai pembatasnya, jadi tidak bersentuhan. Entah dari mana dalil
itu, anehnya ia keluar sebagai pembenaran.
Tanpa
sadar, malam itu menjadi awal. Awal dari kisah ini? Entahlah! Atau mungkin
hanya sebagai pengantar berikutnya. Aku tidak tau. Yang aku tau, namanya
Zafran.
***
Pembaca
yang budiman, maafkan! Ini adalah cerita bersambung. Bahkan mungkin sambungannya
pun belum terpikirkan olehku; saat ini. Biarkan cerita ini mengalir apa adanya.
Dan aku mohon jangan sesekali bertanya ini pengalaman pribadi atau tidak! Jawabannya
tentu saja tidak. Ini hanya cerita fiktif, maaf jika ada kesamaan nama tokoh,
waktu dan tempat. Jika ada yang bertanya mengapa judulnya “29’s Warrior”? Ya
mungkin karena kamu! Udah itu aja deh.
Maaf
juga tidak ada pict untuk postingan ini, aku tidak ahli. Apalagi memasukkan
audio, akupun belum ekspert. Tunggu! Ini kode semoga esok ada yang menawarkan
untuk gambarnya gitu kan :D. Terakhir, Selamat Hari Buruh! Sayang sekali tepat dihari minggu *ehh
sini redy ajarin masukin audio kak :D
ReplyDeleteplisss tutoriaaaal red~ hiks mau ekspert juga loh
DeleteKe UR lah kak, redy banyak ngulang ha :v jd sering d kampus :D
DeleteYa Allaah, nanti mau tutorial di arfa lah ya haha. atau redy posting di blog aja.. biar lebih ekspert haaa..
DeleteGak sesuai Ad/art sama SOP blog redy kk, jd g bisa posting tutorial2 :v
Delete