Tentang KAMUnya AKU!


Ketika namamu disebut pada suatu kamis itu.
Ada ketakutan yang menyerang bagian tulang-tulang belikatku.
Tapi percaya atau tidak, ada bahagia menyusup di rongga sebesar kepalan tinju disebelahnya.
Ketika namamu tak percaya terdengar oleh indera pendengaranku.
Ada kecemasan merintangi jalan-jalan syaraf logika yang berusaha menentangnya.
Tapi sesungguhnya, rona merah tidak sengaja tercipta di syahdunya debaran jantung waktu itu.

Ah ya, perihal pendamping hidup…
Kau tahu, banyak sekali pengharapan yang kulukis di kanvas keinginan dalam doa-doa sujud malamku.
Kau tahu, ada rapalan panjang yang kueja dalam permohonan penuh air mata kepada Rabb-ku.
Kau tahu, ada-ada saja yang kuinginkan dari seseorang yang akan menemani perjalanan hidup setiap waktu.
Dan kau tahu, begitu banyak pengaduanku tentangmu kepada Penciptaku.

Kau tahu?
Ah, kau pastilah tidak tahu.

Tapi untuk yang satu ini kau harus tau,
Ketika namamu dengan lancar diucapkan oleh lisan seorang Bapak terbaik.
Pada saat itu, segala gundah menguap. Segala resah musnah. 

Saat itu, langit menghujani dalam rintik deras berkah-Nya.
Waktu itu, seluruh makhluk langit berdoa penuh takzim sehingga bergetar ‘Arsy-Nya.
Dan ketika itu juga, kita saling berdoa penuh syukur kepada-Nya.

Untuk kamu yang selalu manis,
Terima kasih sudah hadir menahan isakan tangis.

Untuk kamu yang sudah berhasil kunamai cinta,
Terima kasih sudah berjanji menghapus segala luka.

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29