[Merdu Untukmu-C.I.N.T.A]



Cinta adalah suatu keadaan dimana ketika bertemu, kita hanya punya dua pilihan; jatuh cinta atau bangun cinta. Assalamu’alaikum cinta. *loh apaan*
Tapi mengapa banyak sekali peristiwa yang menyebabkan kita mengambil pilihan yang salah? Kita memilih jatuh cinta. Biasanya dengan kata jatuh, akan diikuti dengan pecah, retak bahkan hancur. Mengapa [?]. Mengapa seringkali kita tidak memilih yang membangun? Menjadikan? Menciptakan? Padahal itu jauh lebih menghasilkan sesuatu.
 
Cinta itu..
Suatu narasi yang tak akan pernah habis untuk digali.
Suatu puisi yang tak akan pernah bosan untuk dibaca.
Suatu panorama yang tak akan pernah bosan untuk dilihat.
Ya! Cinta itu,
Membuat yang lama serasa singkat
Yang lemah jadi kuat
Yang jauh jadi dekat
Bahkan gula jawa jadi serasa coklat.

Oke! Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. Pembaca yang budiman yang masih sendiri atau yang sedang berdua, yang sedang berdiri atau sedang bergaya, yang sengaja atau tidak sengaja berkunjung ke dunia yang tidak seberapa ini, terimakasih tulus dari lubuk hati terdalam. Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat wal afiat menjalani rutinitas penuh amalan kebaikan kalian. Jangan sampai tulisan ini menyebabkan kesehatan kalian terganggu. Jangan sampai. Apalagi mengusik kejiwaan kalian. Kuota RSJ Tampan hampir penuh, maaf tidak menerima lagi!

Hai! Seindah langit malam ini, bulan sabit “hampir penuh” bergelantung cantik di hamparan kelabu. Ribuan rasi bintang menambah hiasan pernak-pernik atap dunia yang sudah menua termakan zaman. Ada Aquarius, Aries, Gemini dan sembilan rasi bintang yang sempat kuketahui serta berjuta yang lain yang tidak akan pernah kuhapal. Menengadah lembut keatas sana dan berharap kau juga memandang bulan yang sama. Sendiri saja.

Terlalu memainkan perasaan dalam tulisan ini, sepertinya akan menimbulkan masalah dihati kalian yang terlalu memikirkan ini terlalu jauh. Tolong jangan terlalu libatkan perasaan kalian dalam membaaca tulisan ini. Karena bagi mereka yang baper, maka tulisan ini tidak baik untuknya, dan baiknya di abaikan! Iya! Aku tidak ingin menyakiti kalian dengan apa saja yang mengalir dari jari kecilku ini. Karena aku mencintai kalian. Sungguh. [pakai senyum biar keliatan ikhlas]

Cinta [?].

Cinta adalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, juga sama dengan kalian suka makan gulai kepala ikan, suka hujan, suka matahari, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kalian abaikan, kalian lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kalian bosan makan gulai kepala ikan.

Ya, cinta adalah rasa alamiah yang Allaah karuniakan bersama rasa yang lain. Ada rasa coklat, strawberry, apel dan melon. Itu semua rasa Ice Cream Medan dan bukan Ice Cream Durian cabang Gobah. Oke back to the topic, C.I.N.T.A. Jika seandainya manusia pertama kali yang mengenal kata cinta menyama ratakan perasaan ini, mungkin tidak akan ada generasi galau kehilangan seseorang “teman” dalam hidupnya, mungkin tidak akan ada generasi labil yang menyebalkan jika putus cinta. Mungkin tidak akan ada deretan kasus menggenaskan karena cinta. Sebut saja, ada yang bunuh diri karena ditinggal “cintanya”, ada yang rela minum racun tikus karena “diputuskan” cintanya. Ah tidak akan kuperjelas ini menjadi tidak jelas lagi. Yang pasti seperti itulah cinta mempengaruhi pola pikir manusia. Menurutku, menjadi lebih kecil, singkat dan bodoh! *eh maaf, lupa sensor.

Ya Oke maaf, cinta adalah sebentuk rasa yang Allaah ciptakan. Iya! Maaf dari tadi mempersalahkan cinta tanpa sebab. Maaf. Kita tidak bisa menyalahkan hati untuk cinta kepada siapa. Kita tidak bisa memaksa hati untuk mencintai siapa. Singkatnya, cinta juga sama seperti asas black dalam ilmu kimia. Cinta tidak bisa dimusnakan dan diciptakan. Tapi cinta hanya bisa dirubah bentuk. Jadi ketika cinta datang, kita memang tidak bisa memusnahkan dengan alat tercanggih di dunia. Nuklir dengan radius berapa kilopun tidak akan sanggup menghancurkan yang namanya cinta. Dan cinta juga tidak bisa diciptakan dengan sembarangan. Membuat-buat cinta, tidak sama dengan membuat nasi lemak apalagi pergedel jagung. Bisa hancur itu hati dihaluskan blender. Tapi cinta… Tapi cinta bisa kita rubah bentuk, saudaraku! Bisa kita rubah menjadi ketulusan, bisa kita rubah menjadi kesyukuran, bisa kita rubah menjadi keharmonisan, bahkan bisa kita rubah menjadi berbagai macam bentuk kekufuran, kemunafikan dan kezholiman. Na’dzubillah.
Sebenarnya masalah cinta ini bisa kita sederhanakan. Sama-sama kita bagi lima atau empat mungkin. Atau penyebut dan pembilangnya kita rekayasa sedikit. Bisa teman-teman. Bisa! Bongkahan perasaan yang biasa disebut cinta ini sering kali dihubungkan dengan lawan jenis. Sekitar 7 dari 10 orang mungkin akan sependapat dengan pernyataan diatas. Lalu kita kemanakan cinta kepada pemilik cinta? Lalu akan kita apakan cinta kepada yang Maha cinta? Pernahkah sekali saja dalam sehari kita mengutarakan cinta kepada Dia sang pemilik cinta? Pernahkah kita merayu dalam keromantisan maksimal? Pernahkah kita berusaha untuk membuat Dia berpaling kepada kita? Jawabannya tidak perlu dituliskan dikertas. Tidak perlu.

Allaah! Allaahlah pemilik cinta sejati. Cinta sejati itu sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi. Ia adalah sejenis kata akhir dari sebuah perasaan. Tidak akan bercabang, Tidak akan membelah diri lagi. Titik.
Kita bisa cinta kepada orang yang terus menerus memberikan kebaikan. Sekeras apapun batu itu, tetap berlubang oleh tetes air terus menerus. Padahal apalah arti setetes air kecil dibanding batu.
Kita bisa cinta kepada orang yang terus menerus peduli terhadap kita. Sesulit apapun meruntuhkan gunung perasaan, satu persatu dicungkil badannya pasti akan rubuh pula gunungnya.
Kita bisa saja cinta karena itu bukan?

Lantas apakah kita tidak bisa mencintai pada Maha pemberi kebaikan. Hai! Setiap hari kita difasilitasi oksigen untuk bernapas, air minum untuk melepaskan dahaga, buah-buahan, sayur-sayuran, dan tak terhitung nikmat lainnya.
Lantas apakah kita tidak bisa mencintai pada yang Maha terus menerus peduli terhadap kita, setiap hari kita dijaga dari marabahaya, dilapangkan jalan, dijauhkan dari penghalang dan berjutaan perhatian-Nya siang dan malam. Tidakkah kita bisa mencintai Tuhan kita?

Sahabatku, memcintalah dengan sederhana, sesederhana penjumlahan 2 tambah dua empat. sesederhana khalifah yang luar biasa, yang rela memakai baju yang sudah ditambal beberapa kali. Mencintalah dengan sederhana, tidak seperti kisah Cinderella tapi semanis kisah Ali dan Fatimah; yang diam-diam saling mendoakan hingga Allaah menyatukan cinta.

Mencintalah sebijak matahari, yang tak hendak dekat-dekat bumi, karena takut sinarnya akan membinasakan. Orang-orang yang mencinta namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik. Boleh jadi doanya menguntai tangga yang indah menuju langit. Jika tak berbalas, tak mengapa, karena ini cinta bukan pesan singkat.

Coba baca dengan lembut dan perlahan.
Cinta tetap cinta
Meskipun ia tersembunyi di balik diam.
Cinta tetap cinta
Meskipun ia terjebak di bilik hati.
Dan cinta tetaplah cinta
Meskipun ia terkunci rapat tanpa terucap.
Biaarlah cinta utuh menjadi rahasiamu
Biarlah cinta terjaga bersama doa-doamu
Biarkan cinta bersemi di taman hatimu.
Biarlah! Karena dikatakan atau dikatakan itu tetap cinta.

Oke, kita memang tidak bisa memilih kapan, dimana dan dengan siapa kita akan jatuh cinta. Tapi kita bisa mengusahakan untuk mengatur porsinya. Seperti perut, ada porsi makanan, minuman dan pernapasan. Cintapun begitu. Cinta bagi mereka yang mencintaimu dan kau pun mencintai mereka, cinta bagi mereka yang tidak mencintaimu tapi kau harus mencintai mereka, dan cinta kepada pemilik orang-orang yang mencintai dan tidak mencintaimu tersebut. Semoga kita memberikan porsi terbaik untuk mereka dan untuk-Nya. Dan taukah? Hanya kita sendiri yang tau porsi tersebut. Esok lusa atau kapanpun, kita akan sadar pembagian porsi tersebut.

Genggamlah cinta itu dulu, hingga nanti akan kita tuangkan ke gelas terbaik.

Semoga Allah yang Maha Mencinta, yang menciptakan dunia dengan kasih sayang-Nya mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”

Baiklah, sekian pemenuhan permintaan referensi tentang cinta. Terimakasih cinta! haha

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29