[Merdu Untukmu-Lagu Untuk Matahari]



Hai! Iya kamu! Matahari. Ini Sunset!

[BacaJugaMerduUntukmu]

Patah karang semangat
Dengar mulut pedas berdebat
Yang hanya lihat salahmu
Gerah kadang pendengar
Dapat cibiran sang benar
Sinisme bukan untukmu


Mereka tak sempurna
Sama juga hanya denganmu
Jangan risaukan celahmu
Mungkin mereka bulan
Tapi ingat kau matahari
Cahaya mereka darimu

Menari bernyanyi lakukan yang kau suka
Hidupmu bukan hidupnya
Bicara bersorak lakukan yang kau suka
Hidupmu bukan hidupnya

Buka hatimu, dengar
Biar senang beralasan
Kuatkan langkah jiwamu
Waspada yang cemburu
Tak semua kutukan berlaku
Kuatkan langkah hatimu

Buktikan sekarang angkat penamu tinggi
Bila gemar menulis
Buktikan sekarang, bergerak suaramu
Bila gemar bernyanyi
*****************************************************************
Merujuk catatan tahun lalu (baca: 22 Coretan Putri Matahari), ada seseorang berbaik hati memberikanku lagu ini. Sebut saja namanya Mawar haha. Mungkin karena judulnya yang cocok denganku atau karena penyanyinya yang memiliki suara terbaik, tidak kuketahui secara detail yang pasti itu hanya analisa konyolku. Setelah mendengarkan beberapa kali, ada sesuatu yang disentuh lembut oleh lagu beat semangat tersebut.
 
Ini bisa jadi sunrise. Haha
Matahari. Ya, sebenarnya aku adalah pencinta langit. Apalagi penciptanya, aku lebih cinta. Mengangumi semua benda yang ada di langit. Awan, bulan, matahari, bintang, meteor, asteroid dan semua yang langit berikan, sinar matahari pagi, siang, bahkan sebelum akhirnya bersembunyi untuk beristirahat, dan hujan. Iya hujan! Aku selalu bahagia saat hujan turun, karena hujan pernah menahanmu disini. *eh haha. Hujan adalah waktu dimana hamba yang berdoa Allaah segerakan terkabulnya, waktu dimana Allaah limpahkan keberkahan-Nya, dan waktu dimana menyembunyikan air mata tangis berisak. Aku suka semuanya. Semua yang ada pada langit! Memandangi langit dari bawah ada beban-beban yang rontok bersama hembusan nafas tertahan. Begitulah. Nikmat Allaah mana lagi yang akan kita dustakan.

Merasa cintaku terlalu general aku ingin membuatnya lebih khusus. Pilihanku jatuh kepada ciptaan terbaik yang Allaah jadikan penerang bagi mata-mata ciptaanNya, penghangat bagi kulit-kulit lembut umatNya, penghapus segala resah bagi hati-hati penikmatnya. Aku suka sunrise yang menyegarkan. Aku suka sunset yang melenakan. Melihatnya semua disampingku akan teabaikan, dan itu pasti! Entah kekuatan pelet apa yang mampu menyihirku sedemikian rupa, yang pasti Masya Allaah luar biasa ciptaanMu sungguh menawan, Allaahuakbar.
Oleh karena itu mungkin lagu ini cocok untukku. Bahkan dari liriknya semua mengalirkan energi positif. Iya. Jangan terlalu mendengarkan omongan orang lain yang menyebabkan kita patah semangat. Oke catat itu point pertama. Orang memang hanya bisa menilai kita, tapi yang tau diri kita adalah kita sendiri. Dan tidak perlu juga untuk memperlihatkan bahwa sebenarnya kita begini begitu. Tidak perlu. Orang yang membencimu tidak akan percaya itu, sedangkan orang yang menyayangimu tidak butuh itu. Setiap kita adalah si pemberi cahaya bagi sekitar kalau kita mau. Ingat kalau kita mau. Bagi orang-orang yang selalu memandang kita buruk; rendah, maka bisa jadi mereka hebat bak bulan, tapi ingat kau adalah matahari penyuplai cahaya bulan. Ini adalah point kedua. Jika kau tidak sempurna, maka sejatinya merekapun tidak sempurna. Ingatlah kesempurnaan hanya milik Allaah pemilik segalanya.
Aku ingin hidup seperti matahari, memberikan kehangatan, kedamaian dan cinta bagi semua makhluk di bumi. Aku juga ingin memberikan cahaya orang-orang disekitarku. Menjadi pewarna lingkunganku. Aku ingin menjadi matahari itu.
Apapun keinginan kalian carilah. Apapun impian kalian jemputlah. Apapun harapan kalian gantungkanlah.  Seperti yang dinyanyikan oleh Tulus di atas

Buktikan sekarang angkat penamu tinggi
Bila gemar menulis
Buktikan sekarang, bergerak suaramu
Bila gemar bernyanyi

Angkat penamu tinggi bila gemar menulis. Menulis adalah cara kita untuk mengikat ilmu, menyimpul kenangan. Karena seperti yang diutarakan oleh adik terbaikku, bunga tak akan selamanya mekar dan burung tak kan selamanya terbang. Intinya dari filosofi itu adalah tidak semua yang sudah kita lewati akan tetap seperti itu. Akan bertahan dimemori bagian otak belakang kita. Sesekali ia akan tergeser oleh kenangan yang membutuhkan tempat itu. Tergeser kemudian berpindah tempat dan hilang. Begitulah siklus lupa jika digambarkan dengan narasi. Maka untuk mengimbangi nikmat lupa itu, maka tulislah ribuan memori yang sewaktu-waktu hilang bagaikan naftalen*) di ruangan terbuka. Akan jadi gas terbang kemana angin berhembus.

Setelah ditulispun tulisan-tulisan itu hanya akan tinggal sebagai kenangan yang sudah tamat; selesai; berakhir. Iya! Itu jika kalian menulisnya hanya dengan jari tangan kalian. Tulislah dengan hati. Karena tidak akan ada yang hilang dari hati.
Ingat hidup akan terus berjalan dan tidak akan ada kisah yang sama seperti sebelumnya, akan datang kenangan yang lebih indah bahkan sangat indah yang menunggu untuk kita abadikan. Tidak menuliskannya berarti kalian menghentikan langkah dunia untuk mengenal kalian. Hanya gajah yang mati yang akan meninggalkan gading, manusia tidak. Hanya harimau yang tewas yang bisa diambil belangnya, manusia tidak. Maka apa yang akan kita tinggalkan untuk dunia ketika raga tidak bisa membersamai? Mungkin tulisan-tulisan inspirasi yang akan orang kenang tentang kalian. Tentang hidup berharga yang sudah kalian lewati.
Berlaku adillah terhadap Tuhan. Kita sudah menikmati arti hidup yang sudah Allaah anugerahkan, maka ketika mati nanti seharusnya kita juga menjadi orang yang berarti.

Menjadi lebih bijak dari biasanya, mungkin efek umur *eh haha. Aku juga ingin menjadi sebijak matahari. Mencintai tapi tak menghancurkan. Sebagaimana ia tak hendak dekat-dekat bumi, karena takut panasnya akan menghanguskan. Meskipun begitu tetap saja ada yang mengikuti kemana arahnya. Bunga Matahari.


Bunga Matahari tampak sangat indah, mempesona dengan warna khasnya. Tidak begitu seanggun dan seindah Mawar mungkin, tapi dengan gagah iya sangat terlihat kuat. Bunga matahari akan selalu menghadap dimana ada cahaya matahari, dia selalu mencari cahaya untuk membantu ia tumbuh bahkan merekah indah.

Bunga matahari itu mengajarkan ketegaran dalam hidup. Kita tidak boleh menyerah dalam menghadapi masalah dalam hidup kita, seberat apapun masalahnya. Seperti bunga matahari, kita juga harus dengan berani menatap Sang Mentari, menapak hari esok. Karena matahari tidak hanya bersinar untuk kita, tapi untuk seluruh kesatuan bumi. Maka dari itu kita harus berusaha menemukan cahaya kehidupan untuk membantu kita menjadi kuat dan kokoh. Ya! Akan kucari mentari ku sendiri, sehingga nanti terbit dan tenggelamnya akan kuikuti sepenuh jiwa.


Alasan lain mengapa dinamakan bunga matahari karena ia selalu setia mengikuti kemana arah matahari bergulir, pada pagi hari bunga matahari akan mengahadap kearah timur kearah matahari terbit dan dia terus mengikutinya seiring bergerak ke sebelah barat tempat matahari terbenam. Kalau diibaratkan dengan manusia maka ia adalah seseorang hamba yang setia mengikuti kemana saja tuannya pergi. Kesetiaan yang sangat patut kita tiru dan dijadikan pedoman hidup bagi kita sebagai hambaNYA yang setia dan patuh pada kodrtanya tanpa banyak protes.

*) Naftalen; Kapur Barus atau kamper

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29