[MERDU UNTUKMU] [MERDU UNTUKMU]
Kuingin
bernyanyi melekat ditelingamu
Bingkai
seisi semesta, semua yang bisa bernyanyi
Kuingin
bernyayi melekat di dalam hatimu
Bingkai
beragam nada agar semua merdu untukmu
Kuingin
bernyayi melekat di dalam hatimu
Bingkai
seisi semesta, semua yang bisa bercerita
Kuingin
bernyayi melekat di dalam hatimu
Bingkai
beragam nada agar semua merdu untukmu
[Merdu Untukmu - Tulus]
******************************************************************
Alhamdulillahirobbil’alaamiin
Bersyukur
hanya kepada Allaah pemilik matahari bulan dan bintang
Yang
telah memberikan sinaran kehidupan kepada makhluk di bumi
Sujud
syukur hanya kepada Khaliq pencipta pengatur segalanya
Semoga
hidup ini menjadi ladang demi menuai panen kebaikan
Semoga
dari setiap kata yang terukir, dari setiap kalimat yang terpikir, dan dari
setiap makna yang tergulir, Allaah berkenan menjadikan kebaikan yang selalu
mengalir
Kutulis
dengan cinta, catatan ini kupersembahkan teruntuk dua malaikat tak bersayap,
Bapak dan Ibu teristimewa
Tak
banyak yang bisa kupaparkan disini
Selain
rasa terimakasih mengawali seluruh rasa
Diiringi
permohonan maaf untuk semua
Ibu,
ridhomu mengalirkan Ridho-Nya
Terimakasih
telah jagakan syurga itu untukku
Izinkan
kupersembahkan syurga lain sebagai pelengkap indahnya duniamu
Bapak,
darimu kuwarisi namaku
Suaramulah
yang pertama kali mengantarkaknku kepada Tuhanku
Ibu
adalah tulang rusukmu
Karena
itu izinkan aku menggapai syurga lain bersamamu
Bapak,
ibu
Harapku
semoga Tuhan selalu memelukmu dengan peluk hangat-Nya
Mohon
halalkan makan minumku
Maafkan
salah silapku
Teruntuk
lima saudara yang dikirim Tuhan untukku
Kudedikasikan
tulisan ini sebagai pengikat hati
Semoga
nanti kita akan dikumpulkan
Layaknya
kita dikumpulkan oleh aliran darah yang mengalir
Sahabat
bulan dan bintangku, terimakasih atas inspirasinya untuk matahari
Karena
tanpa kalian aku hanya separuh bintang
Bahkan
lebih kecil dari itu
*******************************************************************
Sama
seperti sebelumnya hari ini kembali kuhaturkan terimakasih setulus hati. Kepada
Allaah atas limpahan kebaikan yang selalu tercurah. Kepada Ibu Bapak Uda Uni
Abang dan semua orang yang mengenaliku dan aku mengenalnya, orang yang
mengenalku tapi aku tak mengenalnya, yang aku mengenalnya tapi mereka tidak
mengenalku. Terimakasih. maaf tidak akan kuperpanjang masalah terimakasih dan
kenal atau tidaknya kita.
Hari
ini kembali kudapati jutaan doa dari seluruh penjuru negeri. Tidak jauh berbeda
dari tahun-tahun sebelumnya, hanya saja beberapa nama baru yang menjadi lancar
kuucapkan setahun terakhir ini. Pastinya doa dari seorang ibu mendahului
semuanya. Doa dari sahabat baik yang pertama ataupun yang kedua doanya tetaplah
istimewa, yang rela-rela menunggu sampai pergantian hari bahkan yang sudah
mengucapkan dari sore hari. Terimakasih. Mengirimkan doa pagi atau siang sama
saja. Sama saja aku berharap semoga doa itu terakumulasi pada waktu yang tepat.
Yang selalu mengingatnya mulai dari masuk bulan Februari ini atau yang lupa,
sengaja lupa atau balas dendam lupa terimakasih. Yang mengirim doa dari telpon,
sms, whatsapp, line, instagram, facebook, twitter, bbm, telegram apalagi
telepati, terimakasih. Bahkan ada yang mengirimkan disemua aplikasi itu, haha Uda terimakasih. Tidak akan lewat aamiinku diujung doa kalian. Yang sudah
peka dengan kode dari seminggu lalu atau yang masih belum paham dengan
kefrontalan. Apalagi yang udah capek-capek nulis panjang lebar "tentang gue" terimakasih tulus juga, maaf merepotkan untuk hari ini.
Tak
banyak orang baru tahun ini, Alhamdulillah sahabat-sahabat terbaikku, yang di
Padang, Rengat, Pekanbaru, Dumai, Malang, Batam, Kalimantan, Jakarta, Bali, Bandung dan belahan bumi manapun.
Terimakasih kalian masih disini. Haha! 3 manusia teristimewa satu tahun terakhir,
menamakan mereka adik. Mengirimkan doa tidak terlalu panjang, tapi katanya
biarlah doa ia dan Tuhannya yang tau. Terimakasih gen(g)! Kita sudah buat
sejarah!
Ini
bukanlah project 22 Coretan Putri Matahari, karena ada yang sudah tidak cocok
lagi dalam pengambilan judul, maaf!. Ini juga bukan coretan kontroversi yang
telah mengganggu berbagai pihak beberapa waktu lalu. Izinkan kupersembahkan
Project Februari ini “Merdu untukmu”, untuk semua, siapapun yang Allaah izinkan
bertemu dalam hidupku, bertemu di sekolah, di kampus, di pasar, di busway atau
bumi Allaah manapun. Bertemu setiap hari dari 4 tahun yang lalu, bertemu hanya
3 hari dan akan bertemu lagi, bertemu 5 hari dan tidak akan bertemu lagi, bertemu sesekali dan
tidak tau bertemu lagi atau tidak, bertemu sekali dan tidak mau bertemu lagi,
atau yang sama sekali belum pernah bertemu tapi ingin sekali bertemu *eh gagal
fokus haha. Bagiku semua pertemuan ini adalah buku, buku yang siap menerima
tulisan apa saja di dalamnya. Iya cerita tentang apa saja.
Diumur
yang tidak kembar lagi, belum ada yang bisa kupersembahkan sebagai bentuk
penunaian janji terhadap Tuhan. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi makhluk
lain. Menjadi hamba yang bertaqwa. Menjadi anak yang berbakti. Menjadi adik
yang membanggakan. Menjadi sahabat yang setia. Tapi masih banyak kelalaian dari
pemenuhan MOU dengan Rabb pencipta segalanya.
Biarkan
kunyanyikan ini sebagai persembahan “MERDU UNTUKMU”..
Semoga
tidak mengganggu pendengaran, penglihatan apa lagi perasaan kalian dimanapun
berada.

Comments
Post a Comment