[Merdu Untukmu-Kembali]

[BacaJugaMerduUntukmu]

Tak kusangka kau disana entah dengan siapa
Sebulan sudah aku mencarimu
Kawan sungguh aku tak tau
Dimana dimana oh kawanku

*

Bila ada tutur kata yang tak kau terima
Tapi mengapa kau harus begitu
Teganya kau pergi dariku
Kembali kembali oh kawanku
*
Ketika bersama merajut cinta
Tertawa bahagia kita bersama
Kuingin kembali bertegur sapa
Kawan jangan biarkan
*
Kini hatiku hampa
Sunyi sepi tanpa cinta.
**************************************************************************
Di suatu masa tiga insan  manusia sempat beradu kata walaupun tidak dalam satu ruangan yang sama, sempat bertemu muka walaupun tidak di kota yang sama. Terpisah jarak. Iya jarak begitu tega menghukum mereka sehingga tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menembus itu semua.
Berjarak, berpisah ruang dan waktu, tapi seolah tidak ada pembatas. Itulah mereka 3 orang yang bersahabat dalam keberbedaan. Berbeda karakter, beda gender, beda passion, beda kota dan pastinya berbeda universitas pengembangan diri. Tidak ada yang sama dari kita? Kalian salah gen(g)! kami masih memiliki kesamaan. Sama-sama terjebak dalam satu kata bernama “Ukhuwah”. Dipertemukan baru beberapa tahun terakhir, dan tidak bisa dibanggakan dalam kadar kuantitas pertemuan kita. Karena kita hanya bisa berkumpul bertiga hanya 2 kali selama saling mengenal baik. Dua kali. Itu bukan suatu prestasi, tapi kita bisa manfaatkan itu semaksimal mungkin.
Awal perkenalan hanya karena salah perkiraan gender, saya mengira bahwa ia adalah perempuan. Ternyata salah. Itu saja! Kita bisa menjadi dekat. Bahkan sangat dekat. Banyak hal yang sudah kita bagikan. Curhatan tugas kuliah yang tidak sedikit, cerita organisasi yang lumayan ribet, cerita tentang hidup, keluarga bahkan diri sendiri.
Kita melalui hari-hari dengan baik, walaupun di depan laptop yang berbeda, tapi ukhuwah kita baik-baik saja pada waktu itu. Tidak pernah terpikir untuk merusaknya. Dalam keberagaman kita mampu menyamakan apa yang bisa kita samakan. Ternyata kita sama pencinta kuliner yang sama, menyukai tim bola yang sama. Walaupun tidak menyukai mata kuliah yang sama, tapi kita masih bisa membahas permasalahan yang menyatukan. BAKSO mungkin!
Mungkin hanya itu yang bisa menyatukan kita bertiga, dengan semangat kita menamakan diri “Nyobat BaSO4”. Masih jelas dikepala, tepat pada tanggal 18 Juni 2013 nama itu resmi menjadi bagian nama kita. Dengan bahasan awal kita tentunya tidaklah permasalahan itu. Dulu kita bisa membahas satu topic sepanjang hari, bisa-bisa serasa media social milik kita bertiga. Kalian tau itu membahagiakan. Sungguh! Pada hari tersebut yang mungkin kita juga tidak ingat, tapi kita punya salam persahabatan dan sungguh aku sangat rindu untuk melafalkan kalimat itu pada saat ini. Tapi lidah tak bisa tergerak selancar waktu itu; dulu.
Sampailah lagu merdu ini pada alunan lirik:
Bila ada tutur kata yang tak kau terima
Tapi mengapa kau harus begitu
Teganya kau pergi dariku
Kembali kembali oh kawanku
Kata “dulu” mungkin sudah menggambarkan makna lagu di atas. Maafkan untuk kelancangan hati. Sungguh mohon maafkan aku. Mungkin hanya perasaan ini saja bahwa ada yang sudah pergi dariku. Mungkin! Aku berharap rasa itu tidaklah sepenuhnya benar. Aku berharap rasa itu bukanlah kalian penyebabnya. Persentase terbesar adalah itu kesalahanku. Maafkan aku.
Aku rindu masa-masa kita bertiga. Masa-masa kita bercerita ragam kejadian. Masa-masa kita tertawa lepas ditempat yang berbeda. Masa-masa tidak ada keseganan. Masa-masa dunia hanya kita bertiga penghuninya. Masa-masa kita masih kecil.  Tidak akan meminta masa lalu itu kembali, tidak! Hidup harus tetap kita jalani. Baiklah dimanapun kalian berada. Jaga Allaah insyaAllaah Allaah akan menjaga kita. Menjaga ukhuwah kita. 
Inii adalah foto yang tidak pernah kita posting; tidak sempat mungkiin.



Ya Percayalah! Akan kita tunaikan janji persahabatan ini nanti. Suatu hari itu pasti akan kita temui. Ukhuwah kita sampai Jannah InsyaAllah. Maaf untuk segala rasa. Terimakasih telah layakkan ku dalam lingkaran berlabel ukhuwah itu.
Taukah ada satu waktu yang membuatku bersyukur Tuhan ciptakan. Ketika senja di Februari tanggal 26 hampir penghujung bulan itu, kita bisa mengabadikan kisah dalam sebuah kenangan “bertiga”. Itu adalah foto pertama dan terakhir kita bertiga. Semoga esok akan bertakdir baik untuk kita.
Sungguh tidak ada sesal dalam hati ini. Kuharap Allaah jaga kalian dalam segenap penjagaan terbaik. Sahabatku, dalam dekapan ukhuwah ini kutuliskan kembali yang sempat terlupa;
“Salam BaSO4 untuk nyobat indah terBULATku diseluruh jagat raya”
Kuharap kalian masih menyimpannya. Disini. Iya disini!

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29