[Merdu Untukmu-Perahu Kertas]


*Maaf Aisyah tidak bisa ikut. Masjid ini boleh jadi saksi perjalanan kita.


[BacaJugaMerduUntukmu]

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
 Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaibnya hidup in
iMencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu…
*************************************************************************
Menyanyikan lagu di atas, air mataku bergulir lembut menetes disudut mata kecilku. Teringat semua yang pernah kita lewati bareng-bareng. Dulu! Kenakalan kita, keusilan kita, keributan kita semua tentang kita. Masa-masa SMA memang masa-masa yang susah untuk di delete dari memori kita. Masa dimana kita dalam pencarian jati diri. Anak bungsu yang manja bisa kita rubah menjadi tanggung pemberani, anak bungsu yang cengeng bisa kita sulap menjadi ceria tertawa selalu, anak bungsu yang tertutup dan menyebalkan bisa menjadi dewasa yang berhati lembut. Bisa semua kita usahakan. Iya!
Dalam keberagaman, sebenarnya kita tidak ingin menyatukan. Karena egoisme yang masih melekat kental dalam tubuh kita. Di dalam keberbedaan kita sebenarnya tidak mau disamakan. Karena ini masa pencarian jati diri. Masa menunjukkan inilah saya, itulah kamu! Seiring perkenalan kita, sedikit banyak pola itu kita geser menjadi lebih cantik. Citra Dewi Hamami yang vocal dan terkenal, Khilda Rahmi Zaki yang cuek dan disiplin, Aisyah Gari yang cantik tapi tertutup dan Aku. Aku yang dulunya adalah orang yang tidak menginginkan memiliki teman apalagi sahabat dalam hidupku. Menurutku aku bisa sendiri tanpa bantuan orang lain. Aku bisa belajar bersama ibuku, aku bisa “makan bareng” bersama ibuku, aku bisa jalan bersama ibuku, aku bisa juara kelas karena ibuku dan lain-lain yang menyebabkanku adalah anak yang menyebalkan. Dipertemukan dalam satu kisah, kita menjadi mampu membaca diri kita masing-masing. Terutama aku. Aku menjadi mengerti arti orang-orang disekelilingku karena sejatinya manusia itu adalah makhluk social dan tidak akan bisa hidup sendiri.
Ragam kisah sudah kita lewati bersama, tertawa tidak tentu arah, menagis sesak karena sesuatu, bingung, gundah, kacau, semuanya yang mampu membantu kita menuju perjalanan kedewasaan. Tak jarang tingkah kita terkadang menyulut emosi dan berakhir diam. Kita adalah orang yang tidak pernah bertengkar satu sama lain. Yang kita bisa hanya diam hingga luka mongering. Berikutnya kita akan merasa tidak akan terjadi apa-apa. Sangat dewasa sudah pemikiran kita pada saat itu. Jutaan kebahagiaan yang tidak bisa kita lupakan. Memperbaiki kelas kita yang terkenal selalu juara kebersihan kelas, membeli alas meja dengan kiriman foto untuk warna, menangis karena kehabisan pulsa untuk mengucapkan selamat ulangtahun, mencoba pergi ke Bukit tinggi walaupun hanya ke kebun binatang, bahkan membahas masalah serius seperti jod*h haha, kita pernah bahas bagaimana kalau jo*oh kita nanti bukan seorang hafizh, lalu pembahasan kita mulai menegang, kemudian diakhiri dengan kesimpulan bahwa j*doh itu adalah cerminan dirimu jadi belilah kaca biar cepat terlihat hahah. Ampun gen(g)!
Ya kita bertiga anak bungsu dan Aisyah anak Sulung tentu ada beberapa perbedaan pola pikir diantara kita. Tapi itu semua sudah menjadi bagian dari cerita masa lalu kita. Sudah pernah kita pecahkan bersama untuk permasalahan ini. Akhirnya selama 8 tahun kita bisa bertahan seperti ini tidak berubah satu apapun. Dan jika membaca prediksi dari psikolog ternama, jika persahabatan sudah berumur 7 tahun, maka besar kemungkinan persahabatan itu akan kekal selamanya. Aamiin allahumma aamiiin.
Semoga persahabatan kita akan tetap seperti ini, hingga berujung Jannah. Kupersembahkan lagu perahu kertas bukan karena cintaku tak sampai ke ujung laut. Tapi..
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan kubisa dengan radarku menemukanmu

Sahabatku teristimewa, betapa beruntungnya memiliki kalian dengan jutaan kelebihan. Terimakasih masih menempatkanku diposisi ternyaman itu. Terimakasih telah menegurku dalam banyak kelemahanku, terimakasih telah merasa perjuanganku, perjuanganmu, terimakasih telah redakan tangis mengalir, terimakasih telah deraikan tawa tertahan, terimakasih. Jika mengingat kalian ada isak tak terbendung. Tetaplah baik seperti ini, dan jangan lupakan namaku dalam sujud malam kalian.
Citra Dewi Hamami, Khilda Rahmi Zaki, Aisyah Gari, 23 tahun umurku, sepertiganya bersama kalian. Bantu aku mempertanggung jawabkan ini nanti. Bantu aku jika tidak membersamai kalian di syurga nanti. Bantu aku menjadi manusia bermanfaat. Bagi agama, bangsa, keluarga dan sahabatku.

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29