Coretan Putri Matahari #Jangandibaca


Hari ini banyak yang tidak disangka-sangka. Tuhan begitu rapi menentukan semua jalan hidupku. Dapat kejutan nyanyian dari siswa-siswiku yang sangat aku banggakan XI. IPA 1, mereka membuatku terbang melayang jauh tinggi, ahh begitu indahnya siang itu sampai menuliskan ini aku serasa gila senyum-senyum sendiri haha. Yoga dengan gitarnya, Tri dengan suara coolnya, Wira dengan pura-pura drumnya dan Farras tentu saja dengan suara anehnya. Dan yang lain dengan pasrah mengikuti komando nyanyian yang mengalun sangat indah itu. Sejenak aku termangu, menahan tumpahan bulir bening yang siap mengucur deras, tapi profesionalismeku menuntut ini tidak boleh terjadi. DILARANG MENANGIS DIDEPAN ANAK-ANAK. Haha

 
Setelah berhasil menghipnotisku lanjutan nyanyian mereka belum bisa dihentikan.  Begini kira-kira
Happy birthday to you happy birthday to you... sampai ending.
Lanjut lagi.. panjang umurnya panjang umurnya.. sampai ujung.
Lagi ternyata, ga ada kue nya ga ada kue... masih dengan irama yang sama.
Beli kue nya beli kuenyaa... ini masih mending yaaa..
Yang terakhir membuatku shock berat hingga hampir depresi..
Kumpul uangnya kumpul uangnya, di depanku mereka mengumpulkan uang untuk membeli kue yang nantinya diberikan kepadaku, astaghfirulloh, hentikan drama singkat ini.
Beruntung ada penyelamat pada waktu itu, seorang guru tetiba memasuki kelas mereka, lalu aku langsung mengambil langkah seribu melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Huuuuft lega. Kerjaanku hari ini menyapu-nyapu blog yang belum rapi atas paksaan seorang pemaksa, aku harus bekerja keras untuk itu. Kemudian mendapat vn dari juniorku yang rela-rela invite bbmku hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun, ah adik kece kau bisa saja membuat diri ini tak berdaya kembali.
Kegilaan ini belum berhenti, tapi ini berbeda, aku yang memulainya. Untuk hal ini aku penyebab semuanya. Aku yang menulisnya, aku yang memikirkannya, aku yang berjuang menyelesaikannya, dan aku yang melakukannya. Siapa bilang aku tidak berpikir untuk melakukan ini, aku berpikir keras untuk ini. Sangat berpikir keras dan ini tidak mudah. Memberanikan diri untuk memposting ini. Aduh, bagaimana harus kusampaikan, tulisan ini kutuliskan hanya untuk berterimakasih dan menunjukkan betapa spesialnya mereka dimataku. Dimata seorang yang tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Perbandingan kita sangat jauh.
Memang benar semua keputusan itu harus menerima konsekuensinya. Mungkin hari kalian terganggu dengan adanya tulisan ini, aku minta maaf yang sedalam-dalamnya. Tidak ada maksud hati untuk merusak pagi cerah kalian, merusak siang indah kalian dan malam sunyi kalian. Maaf, mungkin itu kata yang tepat. Aku hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan salah. Pembahasaan yang kurang berkenan, penulisan yang kacau balau, spekulasi yang mengada-ngada, astaghfirulloh maaf untuk ini.
Untuk kalian yang membacanya, tidak ada yang dibuat-buat disana, semuanya jujur, walaupun itu hasil imajinasiku beberapa jam. Tapi tidak ada kebohongan di dalamnya menurutkuf. Banyak apresiasi yang sangat tidak pantas untukku. Kalian salah ketika mengucapkan itu kepadaku. Salah besar. Ucapkanlah kata-kata itu kepada mereka, mereka yang menyebabkanku mampu menuliskan itu. Jangan terlalu memikirkan tulisanku jika seandainya itu memusingkan kalian. Jangan libatkan perasaan kalian terlalu jauh untuk ini, kumohon, jika hanya untuk menyakiti hati kalian ketika membacanya. Bukan itu yang kuinginkan dari tulisan ini. Satu sebenernya, agar semua yang kutulis itu tetap berlanjut bagai siklus kreb di dalam pelajaran biologi. Sebenarnya tidak mau untuk mengutarakan ini, tapi ketika ini bernilai negatif, aku merasa berhak untuk menhindarkan kalian dari suuzhon yang nantinya akan hadir.
Jika ketika membaca tulisan ini ada yang tersenyum, tertawa, terharu, termangu, terkejut, tertegun atau terjatuh henponnya mungkin, hati-hati dengan sugesti kalian, ini tidak sebagus yang kalian bayangkan. Jika ketika membaca tulisan ini kalian gondok, betek, sebel, kesel, hati-hati juga, hentikan membacanya, takutnya jika dilanjutkan nanti akan merubah rasa itu. Berharap tidak banyak lagi yang akan membaca tulisan ini, aku takut akan banyak lagi rasa yang kulukai karena tulisan ini, akan banyak hati yang ternodai dan akan banyak pikiran yang terhantui. Ada juga yang tidak mau membacanya, katanya biar menjadi rahasia selamanya, alhamdulillah, senang juga menerima pengakuan itu, padahal bagian itu sangat penting yang ingin kutunjukkan, bayak pelajaran di dalamnya, untung sebagian kalian sudah membacanya dan memetik pelajaran itu. Jika ketika membaca tulisan ini ada yang teringat kampung, teringat apa gitukan, silakan diingat-ingat lagi, sebelum Tuhan mengambil ingatan akan kenangan itu. Dan jika ketika membaca tulisan ini ada yang berpikir bahwa ternyata tidak ada yang aku lewatkan dari kalian, ya begitulah karena kalian sangat istimewa dimataku, kawan.
Tak ingin memperpanjang masalah kalian kawan, maafkan aku dengan kisah hidupku yang sederhana ini. Tolong jangan lanjutkan membacanya ketika kalian mulai lelah. Pecahkan saja gelasnya biar ramai, apa-apaaan ini?? Cieh mulai drama, FTV kita segera tayang dek Julek, kak sutradara. Siapin skrip, properti dan pemain segera. Besok followup proposal segera. Haha mulai absurd seabsurd tulisan ini. Maafkan aku. Terakhir simpel saja, tulisan itu bukan untuk membuatku menjadi bagaimana, untuk memberikan bakso atau diskon SKA, apalagi untuk ketuk palu provinsi Rumbai, tidak sama sekali, tulisan itu kudedikasikan kepada mereka para generasi akhir zaman yang melakukan semua dengan hati. Karena sesuatu yang dimulai dari hati akan menyentuh hati. Creat the feel. Karena matahari bulan dan bintang diatas sana juga telah menciptakan rasa itu.

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29