22 Coretan Putri Matahari #20



Keluarga langit. Ada bulan, bintang, matahari dan langit itu sendiri. Itulah kita, hidup bagaikan keluarga kecil yang memiliki arti sangat besar. Bertemu kalian adalah anugerah terindah dalam hidupku. Bertemu dengan cara-cara yang sangat unik, meyebabkan aku tidak bisa jauh dari kalian semua. Hidup tanpa kalian sama saja melihat langit tanpa gugusan yang menghiasinya, akan terasa hampa.
Membagi langit sesuka hati kita, dan percaya langit tidak akan marah atas perlakuan ini membuatku sangat bangga menjadi bagian ini. Membagi langit berdasarkan yang kedekatan hati, menyebabkanku mendapatkan bagian yang sangat membanggakan. Matahari. Dan panggilan itu, “Putri Matahari” dengan sangat bangga aku menyandangnya hingga saat ini. Tidak ada yang lebih menggembirakan, melainkan ketika kalian melontarkan panggilan itu dengan tulus. Aku sangat menyukai itu. Sungguh.
Selain matahari, langit ini memiliki satu aset yang sangat berharga, yang mampu menjadikan malam begitu indah, yang kadang besar kadang kecil, kadang purnama kadang berbentuk sabit. Bulan. Ya bulan. Dengan segala keistimewaannya mampu menjadikan hati-hati yang sombong tunduk dengan bulatnya bulan purnama, dan tersenyumnya hati yang bersedih melihat lengkungan bulan sabit yang temaram di atas sana.
Layaknya engkau “Bidadari Bulan” kami. Namanya Siti Zulaiha Nawawi. Ia sangat menyukai bulan dari sisi mana saja, sebagaimana ia tergila-gila sama yang namanya mawar. Tidak ada moment bulan yang boleh dilewatkannya, dan moment itu akan dibaginya sedapat mungkin, agar para pecinta langit mengetahui keindahan bulan malam itu.
Aku mengenalinya dengan hati, dengan hati yang pada saat itu butuh penguatan. Sering bertemu di jurusan, belum bisa memastikan kita untuk menjadi dekat, malah terkadang lebih jauh. Ternyata Tuhan memberikan moment indah untuk menyatukan kita. Kita dipertemukan di dalam satu agenda BEM, diawal kepengurusan, ya Ospek Universitas. Kita ditempatkan dalam satu hari, dan inilah yang menyebabkan kita saling mengenal satu sama lain, yang akhirnya menjadikan kita nyaman dalam satu keluarga ini. Keluarga langit.
Tidak ada dari tutur bahasanya yang tidak membuatku berkaca-kaca. Dan hari ini untuk kesekian kalianya gue gabisa berkata-kata setelah membaca ini buk.. terimakasih, mohon maaf jika lancang menuliskannya disini. “ Gw pengen send vn happy birthday dan Q.S. Maryam: 33 tapi orangorang disini sudah terlelap. Maaf :”) Barakallah Putri Matahari kamiiii :o ({}) Feb, 3 15: Barakallahu fii umrik, sahabatku yang baik hati. Selamat meyandang usia dengan angka kembar. He. Semoga Allah terus mendekapmu dalam peluk hangatNya, memudahkan segala urusan, juga melancarkansegala kegiatan. Teruuuuuslah hidup dengan baik buuk :o jangan sampai sakit :’( perbanyak istirahat kalo udah lelah, jangan siksa diri. Tetap fokus buat TA, ngga akan lama lagi tu Toga bakal hadir di kepala kita *kecuali andes yang masih lama, cop gaboleh protes haha*. Pastikaaan jagaa makaan ya buuuk. Jangaaan tidur kemalaman. Jangan keluar malam kalau nggapenting. Jaga diri. Jaga s-e-g-a-l-a-n-y-a. Gw kangen semua hal tentang lo. Seriously. “namun yang pasti satu kalimat aja buat kalian semua..” blablabla. Ketawa bareng nyanyi bareng cerita bareng dll. I do miss all the moments. Bagaimana bisa gue mau balas pesan ini, semuanya lo campur layaknya nasi kucing angkringan buuuk, enak banget. Terimakasih sahabatku sayang, maaf telah menyita perhatianmu selama ini, maaf telah mengambil sedikit pikiranmu beeberapa bulan terakhir. Maaf. Dan lo tau buuuk, gue sayang banget sama lo buuuuuk.
Semua yang keluar dari nya memiliki arti dan itu seringkali membuatku tak mampu untuk berkata-kata “lagi”. Pesan singkatnya tidak pernah kurang dari 3 buah sms dalam satu kali pengiriman. Bidadari bulan dari Tembilahan ini adalah orang yang sangat peduli dengan apa yang terjadi kepada kami semua. Ia akan melakukan banyak cara agar kami semua tidak berada dalam ketidakbaikan. Mengkhawatirkanku dari jauh, rasanya ini cukup membantu ketika ada yang salah dari sistem di tubuhku, bahkan tidak jarang menceramahiku lewat dunia maya, yang ternyata juga mampu menyadarkanku walaupun tidak banyak. Ketulusan dan kebaikannya menjadi refleksi yang luar biasa dalam kehidupanku. Keputusan akan jalan hidupnya menjadi patokanku agar bisa menjadi lebih baik lagi. Memilikinya adalah anugerah terindah dalam hidupku. Bagaimana bisa aku menghilangkannya dari hidupku, sesungguhnya aku tidak bisa. Terimakasih untuk semua kepedulian, kebaikan, ketulusan yang mampu membuatku menyayangi diriku sendiri. Dan sekali lagi, gue sayang banget sama lo. Titik.
Memiliki keluarga seperti kalian, rasanya dunia ini sudah kumiliki. Termasuk lo anak kecil. Defri Andesta, anak kecil yang sok besar, yang bergabung paling akhir bersama keluarga langit. Hal ini menyebabkan ia harus diospek terlebih dahulu sebelum menjadi anggota resmi. Menjadi yang terkecil tidak menyebabkan anak Fekon ini merasa harus dimanjakan, ia berlaku layaknya seorang anak laki-laki yang akan senantiasa menjaga kakak-adiknya dari ancaman musuh.
Berniat menikah pada semester lima ini, orang kedua yang memanggilku dengan sebutan “Putri Matahari” ini patut diacungi jempol. Dengan umurnya yang belum begitu matang, dengan niat itu aku bangga menjadi kakaknya. Banyak usaha yang dilakukannya untuk memantaskan diri menjadi orang baik yang sesungguhnya. Walaupun usaha itu belum membuahkan hasil akhir yang diinginkan, tapi setidaknya hijrahnya ke arah yang lebih baik ini, membuatku menyadari arti hidayah yang akan Tuhan hadiahkan kepada siapa saja yang menjemputnya, termasuk untuk si bungsu yang ngakunya, Raja Bintang ini.
Bertugas layaknya petugas ronda, yang selalu mengingatkan keadaan langit, terutama pada saat bulan penuh. Ia akan ribut meminta kami untuk keluar rumah untuk menyaksikan full moon yang sangat menyejukkan mata itu. Ia mengambil tugas sule si bidadari bulan, walaupun pengalihan tugas ini tidak menyebabkan kerusakan yang signifikan. Kegigihannya tidak hanya terlihat dari penglihatannya terhadap bulan saja, tapi ini juga ia buktikan melalui kehidupannya yang terkadang menemui kegagalan. Ia sangat menginginkan Sail Raja Ampat pada waktu itu, tapi ternyata Allah berkehendak lain, Allah memberikan jalan yang lain. Ia tetap menjadi pemuda Indonesia yang mebanggakan, dengan mengikuti beberapa agenda kepemudaan dari kemenpora. Ini terdengar tidak buruk. Ya memang tidak buruk kedengarannya.
Diantara kami semua yang paling sering sakit itu, anak kece inilah. Paling sering masuk klinik. Punya maag akut, tapi jarang makan, itu alasan yang sangat tepat bagi klinik untuk menahannya berlama disana. Hampir setali tiga uang denganku, bedanya alhamdulillah aku tergolong kuat. Alhamdulillah ‘ala kulli haal. Sakitnya tidak menghalangi dakwahnya, sakitnya tidak menghalangi dedikasinya dan sakitnya tidak menghalangi kebaikannya. Luarbiasa anak Kuansing yang ngaku-ngaku orang Payakumbuh ini.
Setiap hari mempertanyakan kabar, terimakasih untuk itu. Semoga lo selalu dilindungi Tuhan dan diistiqomahkan dijalan ini. Tempuh selalu dengan keyakinan penuh, semoga impian semester lima lo segera tercapai. Berharap secepatnya gue designkan undangan. Sekali lagi, jalani jalan ini dengan baik, walaupun kami tau ini tidak mudah, tapi tetap teruslah berjalan. Selalu menebar benih inspirasi dan hidup mahasiswa!!
Keluarga ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran penyeimbang diantara bulan bintang dan matahari. Karena ketiga benda istimewa ini membutuhkan langit tempat bernaung, seperti kami yang membutuhkan kakak langit biru kami untuk tempat bertanya dikala tersesat, berteduh dikala hujan, dan bersandar dikala rapuh. Peran ini beliau mainkan dengan totalitas tinggi. Loyalitasnya terhadap keluarga ini tidak bisa diragukan lagi. Dengan kelembutan khas anak ekonomi islam ini, kami tidak pernah menjadi orang lain dihadapannya. Kami boleh menjadi apa saja di depannya, menjadi setegar batu karang ataupun menjadi selemah tangkai seledri tertiup angin. Beliau bisa masuk ke dunia kami, yang tidak mengharuskan kami untuk berlaku dewasa seperti tuntutan orang besar pada umumya, haha berasa kecil.
Berpredikat sebagai yang paling tua, kakak yang bernama lengkap Ulifata Ni’mah ini tidak menjadikan kami memiliki gap yang mampu menghalangi hubungan kekerabatan kita. Dijadikan sebagai panutan karena lebih tua daripada kami bertiga, membuat menteriku ini selalu berlaku adil dan bijaksana, dan akan melakukan apa saja untuk adik-adik yang sangat ia cintai. Terimakasih untuk semua cinta yang kalian berikan, semoga Tuhan membalasi semua yang kalian berikan untukku.

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29