22 Coretan Putri Matahari #17



Kalau untuk yang satu ini saya rasa tidak perlu pakai prolog, karena sesuai dengan orangnya yang to the point, tidak banyak omong, sekali ngomong kadang nusuknya sampai ke jantung. *jlebb gitu ya.. Saya takut kebanyakan basa-basi, bisa-bisa saya ditimpukin. Hehe.
Kalau ada seseorang yang baca awalan tulisan saya ini, pasti langsung tau siapa yang saya maksud dengan deskripsi singkat di atas. Ya Ka Ferdi Syahdani, S.Pd. Alumni Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Bengkulu ini baru wisuda beberapa bulan yang lalu. Saya kira beliau sudah wisuda, karena hampir satu tahun lost contact. Saya kira ada yang sudah saya lewatkan dari kakak yang baik hati ini, ternyata?? Ternyata banyak memang. Haha

 
Bernama lengkap Ferdi Syahdani, tidak berhubungan dengan bulan apalagi tahun lahir beliau. Tapi mungkin sedikit berhubungan dengan tanggal kelahiran beliau, dan hubungan inipun beliau sendiri yang memaksa untuk dihubungkan supaya ada hubungan. Oke, yang baca bingung?? Sama saya juga!! Sebenarnya begini, beliau lahir pada tanggal 26, nah 26 itu adalah nomor di motor salah seorang pembalap kelas raja, Dani Pedrosa. Oke sudah paham ya, 26 dan Dani.. jadi begitulah, beliau merasa ada hubungan tanggal kelahiran dengan nama nya, dan Dani Pedrosa, begitu singkatnya, *ingatkan jika saya salah. Dan baiklah tidak perlu membahas nama dan hubungannya dengan tanggal lahir, tahun ataupun bulan lahir, langsung saja kepada topik permasalahan kita.
Banyak yang sudah kakak berdarah minang ini tularkan kepada saya, ilmunya tepatnya. Mulai dari permasalahan agama, kesehatan, pelajaran hidup hingga olahraga, semuanya terangkum menjadi sks-sks yang berceceran dalam beberapa tahun terakhir. Ya kita saling mengenal satu sama lain sekitar 2 tahun yang lalu, dalam sebuah agenda regional yang mempertemukan Mahasiswa Kimia se-Sumatera.
Banyak inspirasi juga yang sudah beliau tebarkan kepada saya, disamping dari super cueknya beliau *ini hanya pengakuan yang bersangkutan sih, padahal menurut saya sama sekali tidak cuek, tapi entah mengapa beliau sendiri merasa cueknya sudah akut. Entahlah. Yaa dari obrolan singkat kita, singkat disini jangan dimaknai yang lain selain memang singkat secara singkat. Haha memang singkat, jadi misalkan sms, ya balasannya singkat, jangan kaget kalau lagi caerita berapi-api di sms, terus beliau balas seadanya, itu sudah biasa, sangat biasa. Untung masih dibalas pakai kata-kata, kalau galaunya kumat, bisa-bisa hanya dibalas emot atau bahkan hanya kata hehe dan yang paling ngeselin itu kata-kata ciee yang terkadang sangat tidak nyambung dengan apa yang kita bicarakan.. entah apa itu. Dan singkatan yang beliau gunakanpun sangat singkat, yang terkadang kita yang membacanya tidak mengerti dengan singkatan tersebut. Singkat cerita pecinta Arsenal ini mengajarkan saya akan indahnya sabar. *Sabar menghadapi beliau tepatnya. Haha. Ya.. walaupun saya tidak tau persis apakah beliau sabar sesungguhnya atau tidak. Anak kedua dari 3 bersaudara ini *kalau saya tidak salah*,  pernah kehilangan belahan jiwanya yang saya kira pada saat itu adalah kucingnya, tapi ternyata lebih dari sekedar kucing, motor. Beliau kehilangan motor pada waktu itu, ya pada sebuah agenda. Sempat saya bertanya dengan nada menyalahkan waktu agenda tersebut, tapi beliau menjawab, jangan menyalahkan waktunya, memang belum rezeki aja *masih dengan singkat-singkat.
Yaa begitulah hidup, ada yang bertemu, ada yang hilang. Bertemu dengan Alumni KPN edisi Sail Raja Ampat ini saya merasa beruntung. Merasa beruntung berada dalam ukhuwah ini, sesekali beliau mengingatkan, dengan cara yang berbeda pastinya, kalau ada orang yang loadingnya lama, tidak akan conect, untung saja saya tidak. Haha. Sesekali beliau memotivasi, tidak jarang beliau memberikan petunjuk-petunjuk ketika jalan agak mulai suram, tapi yang paling sering itu yaaa.. jahilin orang, padahal itu tidak penting juga. Oke tidak usah dibahas yang terakhir.
Kakak yang sering dipanggil Uda ini, terkadang sangat bijak dalam mengambil keputusan, terkadaaaaang. Sangat bijak, ketika beliau memutuskan untuk tidak menemani kami di Bengkulu satu tahun yang lalu, demi seorang malaikat nya yang sayapnya terluka, hingga ia harus terbaring lemah di rumah sakit. Ibu. Ketika itu, Ibu beliau dalam keadaan sakit. Satu lagi pada waktu itu saya mendapat pelajaran berharga dari Abangnya Yayat ini, pada saat di rumah sakit tempat Ibu beliau dirawat. Sempat terpana padahal kaget, melihat beliau keluar dari kamar mandi selesai mencuci piring, prok prok prok, ternyata beliau adalah seorang anak yang berbakti dan mau mencuci piring. Haha itu kesimpulannya. Sebagaimana doa kami, semoga Ibu lekas pulih, pulih seutuhnya, tidak hanya Ka Ferdi yang mencemaskan Ibu pada waktu itu, kami juga Ibu. Barokalloh Ibu.
Sebenarnya hanya satu kata yang menginspirasi saya menuliskan tentang beliau. B A K S O. Ya bakso, sengaja saya letakkan agak diakhir, biar bisa agak lebih panjang. Beliau penyuka, pencinta, penyayang, pemakan dan pembuat bakso. Ah, bukan, sampai pemakan saja, pembuat bakso itu Uni, Uni beliau ini jago dalam membuat bakso. Pengakuan beliau, dulu sebelum uni menikah, setiap hari makan bakso, tepatnya bulan Ramadhan. Tapi sekarang setelah Uni menikah, saya tidak tau lagii. Haha.
Pemeran utama ayat-ayat cinta ini, eh kenapa jadi kesana perginya.. haha maksud saya Omnya Aidan ini sosok misterius yang usil juga. Jadi kalau dipesentasikan 50% misterius 49% usil dan 1% nya lain-lain. Tipe pekerja keras kayanya yaa, *karena saya tidak terlalu dekat dengan beliau, jadi saya hanya bisa menganalisa bagian tertentu saja. Dan saya rasa ini yang menyebabkan beliau tidak menyukai salah satu anugerah terbesar Tuhan di bumi ini, terong. Eh bukan maksud saya, dulu beliau sangat tidak menyukai terong, tapi sekarang sudah suka, walaupun hanya es krim terong. Es krim terong?? Ya, ini adalah PKM yang beliau ikuti bersama dua rekan lainnya, dan sampai kepada tahap presentasi, waktu itu kalau tidak salah PIMNAS di Lombok, ini kalau tidak salah ya. Beliau membuka tabir-tabir impian beliau secara perlahan. Saya sedikit bisa mengamati, ini bisa dilakukan seseorang karena disekelilingnya adalah orang-orang berprestasi, maka dengan sangat terpaksa orang tersebut harus menjadi orang berprestasi juga. Itu yang saya tangkap, orang-orang disekeliling beliau adalah orang hebat, sehingga beliau dengan sangat mudah untuk menjadi orang hebat itu. Beliau orang hebat, ya orang hebat, dan saya belajar banyak dari beliau. Walaupun dibanyak kesempatan saya hanya termangu melihat doa singkat yang beliau kirimkan, “semoga cepat wisuda”. Kalian tau, kalimat sesingkat ini pun masih beliau singkat dengan singkatan yang agak sulit dimengerti.
Tunggu, ada lagi yang bisa saya pelajari dari beliau, ingat ya pelajaran bukan hanya dari apa yang disampaikan oleh seseorang untuk menasehitinya, atau memberinya pemahaman, tapi lebih dari sekedar itu, dari perbuatan. Ya perbuatan. Walaupun terkesan sepele, tapi saya sangat mengapresiasi itu. Saya tidak pernah melihat beliau berfoto yang tidak berjarak dengan lawan jenisnya (ini hanya dari foto yang saya lihat lo ya, jadi jangan komplen kalau seandainya kalian pernah melihatnya), sangat sepele bukan? Tapi ini akan saya jadikan pelajaran sampai akhir masa penantian itu berakhir, bahwa memang jika kita menyepelekan hal kecil, maka hal besarpun juga akan tersepelekan bersama hal kecil tersebut. Sebenernya jika kalian mau tau, ini adalah satu-satunya paragraf yang bikin jantung saya mau jatuh rasanya. Haha paragraf misteri.sudah lupakan.
Oke, sebenernya masih banyak yang akan saya utarakan, tapi saya rasa cukup untuk kali ini. Saya hanya ingin mengucapkan terimaksih yang setulus-tulusnya atas semua yang kakak berikan, semuanya apapun itu. Semoga menjadi pemberat timbangan baik kakak di akhirat nanti. Hal seperti ini belum pernah saya sampaikan kepada wakil koordinator wilayah 1 periode 2012-2014 ini, baru pertama kali mengucapkan terimakasih yang sepanjang ini. Haha. Karena saya tidak berharap balasan. Kalau biasanya mengucapkan terimakasih, akan dibalas dengan singkat, dan saya sangat tidak bisa memprediksi ekspresi beliau bagaimana, hanya tulisan seperti ini “sma2”. Ya itu. Sangat irit dengan huruf saya rasa. Ah, sudah. Biarkan itu semua. Yang pasti pada kesempatan ini saya hanya ingin menghaturkan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas inspirasi beliau untuk matahari. Terimakasih tulus Ka Ferdi Syahdani, S.Pd, semoga kakak sukses selalu, dan UPI.. ya UPI tempat kakak selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29