22 Coretan Putri Matahari #1



Yang pertama dari sekian banyak coretanku adalah bagian dari hidupku, bagian dari nafasku, bagian dari kehidupanku, lebih tepatnya bagian dari seluruh umat manusia akhir zaman ini. Masya ALLAH, menuliskan ini rasanya tidak pantas. Mengenali beliau pertama kali pada masa aku masih TPA. Dan masih kecil pada saat itu. Aku mengenali Nabiku, seeorang yang sangat luaaaarr biasa, yang akan memberikan umatnya syafaat diakhirat nanti, jika umatnya mengingatnya dan menjalankan Sunnahnya.
Pada masa itu, mendengar nama beliau saja aku sudah merinding. Nabi Muhammad sholallahu’alaihi wasallam. Allahumma sholli’ala Muhammad wa’ala alii Muhammad. Perasaan itu masih ada sampai saat ini, alhamdulillah ‘ala kulli haal. Sebagaimana impian semua muslim di dunia ini, berharap di akhirat nanti mendapat syafaat beliau dan bertemu dengan beliau serta menjadi tetangga beliau di syurga nanti. Tentunya tidak ada yang bisa membuatku yakin dengan impian itu. Senin-Kamisku masih belum sempurna, Tahajjudku masih bolong-bolong, Dhuhaku yang masih hanya sekedar dhuha, tadarusku masih belum bisa sesempurna mereka yang punya komunitas, Rawatibku masih belum ikhlas, bahkan sholat wajibku masih jauh dari kategori khusyu’. Dengan hal seperti itu, bagaimana mungkin aku bisa bermimpi agar bisa bertemu dengan Baginda Rasulku. Tapi dengan bantuan kisah risalah Nabiku, semangat itu masih ada.
Kalian yang menyempatkan diri membaca bagian ini pasti lebih tau mengenai Nabi kita, pasti lebih banyak mengamalkan sunnah Nabi kita, pasti lebih merinding ketika mendengar saat nama Nabi kita disebutkan. Aku yakin itu. Karena kita adalah umatnya. Nabi kita yang diutus Tuhan untuk menyempurnakan kita. Beliau yang jujur, amanah, fathanah, tabligh, tulus, tidak pernah marah, adil dan bijaksana. Susah menyebutkan semua keistimewaannya, maafkan aku Nabiku. Terimakasih telah memikirkan kami selalu, setiap hari, bahkan sampai saat itu. Sampai saat itu. Yaa saat itu. Saat Allah memintanya untuk kembali kepadanya. Sampai saat itu tiba, yang Engkau fikirkan adalah kami, umatmu. Putra pasangan Abdullah dan Siti Aminah yang terbaik, yang dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal, pada saat itu beliau dalam keadaan yatim, tapi beliau tetap tumbuh layaknya anak-anak yang lain. Sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang menjadi patokan mereka, Kakek yang lembut untuk Hasan dan Husein, dan ayah yang sangat dicintai Aisyah, begitupun kami sangat mencintai Nabi kami. Ikhlaskan semua yang telah engkau lakukan untuk kami umatmu, mohon selamatkan kami dihadapan Tuhan nanti. Sudah pasti terhindar dari api neraka, beliau masih saja takut dengan azab Tuhan, Ya ALLAH, karuniakan kami perasaan seperti itu juga. Oke, walaupun belum banyak yang bisa kuamalkan dari semua yang sudah dicontohkan beliau, semoga usaha ini tetap istiqomah.

Comments

Popular posts from this blog

22 Coretan Putri Matahari #22

29's Warrior #4of29