22 Coretan Putri Matahari #7
Ini dua satpam rumahku yang akan memeriksa siapapun yang
akan “masuk” rumah kami. Bertugas di
depan pintu, menyebabkan dua sejoli ini tergolong tidak begitu akur dahulunya.
Sering bertengkar, berkelahi sepanjang siang, ah tidak begitu juga sih, haha.
Walaupun begitu beliau berdua tetaplah romantis, dengan panggilan mereka yang
khas, menurutku ini adalah contoh keromantisan yang mereka perlihatkan.
Muhammad Surya dan Hendra Putra nama abangku yang paling aku cintai. Dari anak
pertama sampai anak ketiga sebenarnya ibuku kompak memberi nama putra putrinya
dengan awalan “Z”, karena Ibu takut anaknya kaget menjadi absen pertama di
sekolahnya nanti. Sesampainya di anak ke empat, entah ada angin apa, tetiba
niat itu penyelamatan itu menjadi berkurang. Nama abangku menjadi lebih naik,
abjadnya. Hendra Putra.
Hendra Putra, nama yang diberikan Ibuku beberapa tahun lalu,
setelah tujuh hari kelahirannya. Bagian ini juga aku tidak bisa menyaksikannya
dengan mata kepalaku sendiri, kembali aku hanya diceritakan layaknya dongeng
sebelum tidur. Abangku tumbuh menjadi seorang anak laki-laki seperti
kebanyakan, bermain hingga sore, dan belum akan pulang kalau Ibu belum marah.
Menjadi pribadi yang agak keras, mungkin ini bawaan bahwa ia adalah seorang
anak laki-laki. Hatinya susah sekali untuk disentuh.
Dirumah, ia berlaku seperti anak laki-laki lain, makan,
minum, tidur seperti semua manusia bertumbuh. Tapi pada waktu itu, beliau
adalah orang yang paling susah diminta untuk sholat dan mengaji. Dilakuin
memang, tapi setelah Ibu ceramah 3 sks nonstop pakai PPT. Beberapa tahun
berlalu, Tuhan mengabulkan doa Ibu yang setiap malam beliau panjatkan, doa
semoga tidak ada yang menghalangi hidayah untuk menghampiri putra putrinya. Ini
terbukti cepat, mulai dari saat itu hingga hari ini, Abang yang dipanggil
“Nanda” ini adalah orang yang paling pertama lari ke bak mandi untuk berwudhu,
ketika suara bapak berkumandang. Orang yang tidak meninggalkan tilawahnya
setiap selesai sholat. Beliau mengalahkanku hari ini.
Aku banyak belajar dari manusia paling ganteng di rumahku
ini. Aku tidak mau munafik, abangku ini adalah abang terganteng yang pernah
ada, sudah banyak teman-temanku yang terkecewakan karena beliau telah menikah.
Belajar arti cinta sejati yang sesungguhnya itu menyenangkan ternyata. Ketika
perasaanku juga dilibatkan dalam permasalahan cintanya. Menceritakan ini aku
teringat sosok yang dikisahkan salah satu penulis favoritku, Tere Liye dalam
novel Rindu. Ambo Uleng. Cocok sekali. Kisah cintanya hampir meyerupai tokoh
yang sangat aku sukai dalam novel itu. Ini mengenai cinta pertama. Dulu abangku
pernah mencintai seorang gadis, dan ia menceritakan kepadaku. Aku tidak ingat
persis dimana keduanya saling bertemu, yang pasti pada saat itu mereka jatuh
cinta. Dan sakingkan penasaran, aku ingin memastikan kembali ingatanku,
ternyata aku benar, hanya nama kakak ini yang ia tuliskan di tembok rumahku.
Tapi pada saat itu mereka kehilangan kontak beberapa tahun. Abangku gegana
setiap hari dan mencoba move on dengan sisa tenaga yang ada. Aku tidak pernah
menyalahkan perasaan itu. Aku hanya mendengarkan kesedihannya setiap beliau
bercerita. Perlahan tetapi pasti semua kenangan masa lalu mampu dihapus oleh
hujan bertahun-tahun itu. Abangku mulai menata hidupnya kembali. Menata hidup
kembali dalam arti yang sesungguhnya. Beliau mulai menemukan cinta baru
disekelilingnya, cinta orang tua dan adik kakak yang ia punya hingga saat ini.
Beliau juga mendapatkan bonus, cinta dari kakak-kakak yang wajib diperkenalkannya kepadaku, walaupun
hanya lewat telpon. Beberapa kakak mengisi hatinya pada saat itu, ada yang
berprofesi sebagai ini, sebagai itu, ada yang cantik, ada yang manis, ada yang
manja, beraneka ragam kakak-kakak diperkenalkan kepadaku. Mohon maaf sekali
lagi, beliau adalah abang terkece di rumahku, dan ini menurutnya adalah suatu
kewajaran. Aku sempat marah, mengapa ia menjadi orang yang hanya memberikan
harapan palsu kepada kakak-kakak yang sangat baik itu, tapi disisi lain aku
tidak bisa menyalahkan abangku seutuhnya. Dan aku hanya berharap aku tidak
diperlakukan seperti itu nanti. Mengapa ini menjadi harapan pribadi, haha
fokus. Seiring berjalannya waktu dan umur yang semakin matang, abangku ini yang
notabenenya paling rupawan ini masih belum menemukan tambatan hatinya, entah
apa yang dicarinya, sempat Ibu berkata seperti itu. Beliau mencari yang klop
katanya. Tapi dari semua kakak-kakak ini ada saja kurang dimatanya. Ibu sudah
memberikan pencerahan, semua orang itu pasti ada kekurangannya, uni juga tidak
henti memberikan dorongan spiritual yang abang butuhkan, tapi tetap saja masih
membuahkan hasil yang baik.
Suatu ketika, kami dikejutkan dengan kabar bahwa abangku
akan menikah. Ini perasaan bingung bercampur senang. Siapa yang sudah mampu
meluluhkan laki-laki yang lahir pada tanggal 23 Mei ini. Jawabannya ternyata
kalian bisa menebaknya, ya dengan cinta pertamanya yang sudah diceritakan di
atas tadi. Hai kakak ipar kece ku selamat datang dikeluarga besar kami. Hehe. Bagaimana
ini bisa terjadi? Ya bisa saja, karena Allah punya jutaan cara menyatukan dua
orang yang terpisah, jika memang harus disatukan. Dan juga punya jutaan cara
untuk menjauhkan orang dekat yang seharusnya tidak berjodoh. Pembelajaran
pencarian cinta sejati ini memberiku banyak pencerahan, karena masalah cinta
ini sangat gelap dimataku. Gelap sekali.
Berbeda dengan abangku yang satu lagi. Anak kelima dan
merupakan abang yang umurnya paling dekat denganku. Ya ini membuatku sangat
dekat dengannya. Kalau abang dipukul, malahan aku yang menangis memohon ampun
sama Ibu, beliau mah tenang-tenang kaya ga terjadi apa-apa. Kalau lagi
berantem, pasti bapak marahin abang, walaupun aku yang salah. Haah begitulah
enaknya menjadi anak kesayangan bapak. Haha. Abangku tau itu, dan beliau punya
trik khusus untuk membalikkan keadaan. Hanya dengan membelikan martabak hitam,
bapak sudah menjadi orang yang paling berbahagia di rumah, apalagi ditambah
martabak mesir, tahu berontak, pecel sama es tebak, kalau bisa abang tidak
kembali ke Perawang dan menetap di Payakumbuh saja.
Kisah cintanya sangat berbeda jauh dengan Abang
gantengku, apalagi dengan Ambo uleng, jauh sekali. Ditinggal pergi sama cinta
pertama di SMAnya, ditinggal menikah sama kakak yang sangat lama mengisi
kehidupannya, rasanya aku bisa merasakan sakit itu. Disini. Ya disni. Abangku
satu ini berhati lembut, sangat melankolis, mudah tersentuh dan sangat loyal
dalam segala hal, ini yang membuatnya berbeda dengan abang hendraku yang bisa
dikatakan sedikit kontradiktif. Muhammad Surya, dengan nama ini Ibu berharap ia
seperti Nabi kami yang mampu menyinari keluarganya laksana surya menyinari
bumi.
Kisah cinta yang sakit ini tidak menjadikan abangku ini
lemah, tidak ada yang berhak melakukan itu kepada abangku. Berkat support
semuanya, abangku menjadi pribadi yang dewasa dengan kejadian ini, bayangkan
saja hubungan abang dengan kakak-kakak diatas sangat baik, bahkan hingga saat
inii. Aku sangat menyukai itu. Memang Tuhan tidak akan menyia-nyiakan hambanya.
Selang beberapa bulan, abangku menemukan cinta barunya, keluarga, uda uni dan
keponakan yang semakin banyak. Dan kebetulan hari itu ada sale besar-besaran,
abangku mendapatkan cinta baru yang tanpa diminta sebelumnya. Bertemu dengan
kakak ini bukan kebetulan, karena tidak ada yang tidak ditakdirkan Tuhan
sebelumnya. Mereka bertemu di daerah abangku mencari rezeki. Kakak ini juga
sudah diperkenalkan kepadaku. Orangnya lembut baik cocoklah sama abang yang
sangat aku banggakan dunia dan akhirat. Berkat perjuangannya aku bisa menjadi
seperti ini.
Sebentar lagi abang virgoku ini akan melepaskan masa lajangnya.
Abang, selamat menyempurnakan agama abang, dini bangga menjadi adik abang
dengan segala keistimewaan abang. Ambil pelajaran dari semua keluarga terbaik
yang pernah ada bang, pasangan panutan kita, Ibu bapak, Uda dengan keluarga
penuh keromantisannya, da Zul dengan rumah tangga penuh kelucuannya, Uni dnegan
keharmonisan kehidupannya, Abang hendra dengan keluarga simple present tenses
nya.. silakan abang ambil semua yang positif dari beliau semua, dini sayang
abang. Bangga menjadi orang yang dilahirkan setelah abang, dan semoga dini bisa
menyaksikan abang menghalalkan seseorang itu. Hanya tinggal satu kesempatan
sebelum... sebelum itu lah pokonya haha.
Comments
Post a Comment