22 Coretan Putri Matahari #22

LAST!!!!


Ini satu-satunya bagian yang orangnya belum saya kenal dengan baik. Mengetahui namanya yang susah untuk dihapal itu sejak 2 bulan yang lalu, tepatnya akhir Desember tahun lalu. Bertemu disalah satu event jurusan kita, berkenalan singkat, bahkan tidak ada perkenalan nama seperti yang kalian bayangkan yang diminta oleh guru bahasa Inggris ketika kita masuk kelas baru. Untuk mengingat namanya saya harus berjuang keras, karena namanya agak susah dihapal, saya rasa Ibu dari anak ini sangat niat sekali memberi namanya beberapa puluh tahun yang silam.



Sebelum ia dilahirkan kedunia, ia menyangka dirinya kembar. Lhoh?? Bukan, maksud saya yang akan lahir ini berkemungkinan kembar, karena mungkin meihat dari tanda-tanda raut wajah Ibunya atau biar lebih gampangnya, diameter perut Ibunya yang mungkin tidak seperti Ibu-Ibu kebanyakan. Entahlah untuk saat ini saya hanya bisa berspekulasi. Belum ada data akurat yang bisa saya tampilkan. Tidak jadi dilahirkan kembar, tidak membuat keluarganya kecewa, terutama Ayah dan Ibunya. Ia tetap diazankan, supaya kelak menjadi Imam yang baik bagi siapapun yang mau menjadi makmumnya.  Ah sudah, jangan lanjutkan membahas anak kembar yang tidak jadi kembar ini.
Mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP Universitas Riau ini adalah bupati mahasiswa yang sangat mencintai mamanya, sangat bisa terlihat dari mukanya yang sangat pasaran. Rasanya beberapa waktu lalu saya pernah bertemu dengan orang mirip anak ini, entah bagaimana ini bisa terjadi, saya juga tidak terlalu paham, tapi satu yang pasti, anak ini memiliki wajah yang sangat mudah dikenal, familiar atau kasarnya, PASARAN. Merasa tidak setuju dengan statement ini? Ketidaksetujuan anda tidak beralasan sodara! Haha.
Seorang bupati yang baik hati dan melankolis, yang susah untuk membagi cintanya untuk banyak organisasinya, ah sombong sekali anak ini. Beberapa organisasi dilakoninya dikampusnya, salah satunya adalah organisasi kekeluargaan jurusan kita. Mahasiswa kimia yang ngakunya anak sholeh ini pecinta novel, buku dan bahan bacaan apa saja, bahkan komposisi shampoo pun dibacanya, dasar ga ada kerjaan ini Korwil wilayah 1. Ia terpilih menjadi koordinator wilayah 1 pada waktu itu, pada waktu Muswil di Riau beberapa waktu lalu. Dan saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bagaimana anak yang sempat menyalahkan judul novelnya Tere Liye ini menerima jabatan itu setelah dilobby beberapa kurun waktu. Saya tidak terima!!! Tidak terima apa? Oh, maaf.. Tidak terima ia menyalahkan judul buku Om Tere lah, kalau menjadi korwil, ini adalah atas dasar rekomendasi dari kita sahabatnya di HMK UIN SUSKA. Selamat selamat, Pakoor.
Orang yang mudah tersentuh dan tidak suka keramaian ini pemaksa ulung, maksa buat dibaca blog nya, maksa buat minjem buku, maksa buat ga balikin bukunya lagi. Astaghfirulloh, ampuni adik tingkat yang kadang-kadang lebainya kumat dan gatau arah ini. Masa pernah suatu ketika saya mau pulang kampung, dan ia bertanya, memang kampung kakak halaman berapa. Gubrak juga ini anak satu.  Orang kesekian yang juga menyukai bahasa sastra yang pernah saya temui, bedanya ini agak lebih membingungkan. Terkadang lolanya kambuh, jadi tidak paham dengan apa yang kita sampaikan, terkadang ia juga mentransfer lolanya, dan kita juga tidak mengerti dengan apa yang ia sampaikan, tapi percayalah ini sangat jarang terjadi, karena tipe antena TV kita sudah parabola, bukan antena lama.
Anaknya enjoyable, humble, yang terkadang ga normal. Sifat yang terakhir yang membuat saya tidak merasa takut untuk berbaik sangka dan berbuat baik kepada anak mama ini. Ah ya, jadi pada suatu jumat, ia mengunjungi UIN SUSKA untuk mengambil sesuatu. Untungnya ia tidak tertangkap satpam digerbang karena tidak memakai jilbab *eh haha maaf. Akhirnya sampai di lab dan bercerita panjang lebar padahal isinya ga ada, *benar-benar memusingkan anak ini ternyata. Isinya tertawa saja. Tapi disela tawa, dia mengatakan, pantesan dikasi sakit sama Tuhan kak, kerjaannya beginian, gabisa berhenti ngomong. Bagus dikasih sakit kemarin itu. Astaghfirulloh, mengapa mempertemukan saya dengan junior yang tidak menyenangkan ini. Berkali-kali ucapan itu ia lontarkan, ah dasar anak muda. Agak banyak kesamaan dengan makhluk Allah satu ini dari segi fikiran, sampai-sampai dia bilang kalau saya itu orangnya predictable, memang orang unpredictable itu mudah sekali mengatakan bahwa orang lain itu sangat mudah diprediksinya.
Basicly anakmelankolis ini baik, terbukti dengan kesukaannya terhadap bakso. Tapi akibat kelebayan dan ketidakjelasannya semuanya bisa saja menjadi absurd. Terlepas dari itu semua, adik yang baik hati ini tetaplah adik tingkat yang luar biasa, yang mampu mengemban dua amanah sebagai tampuk kepemimpinan. Dan ini merupakan peran yang harus dilakoni dengan hati, anak muda. Mohon maaf jika dari tadi banyak negatif yang saya utarakan, tapi memang begitu adanya haha. Ada satu yang mungkin akan membuat semua tulisan di atas itu tetiba akan hilang dari depan layar kalian, karena ia adalah pesulap, karena ia bisa menghilang ketika azan dikumandangkan. Tiba-tiba aja cliiiing, hilang. Pada saat itu, jangan harap menemukannya di jalanan apalagi di lapangan bola. Tapi coba saja cari di dalam botol, ya pasti tidak akan bertemu juga. Meletakkan posisi ibadah di atas segalanya. Prioritas yang seperti itu yang saya pelajari dari pribadi yang terkadang abnormal ini. Terimakasih untuk ini.
Ucapan terimakasih saja tidak cukup untuk sebuah pelajaran tentang Tuhan. Passion dan orientasi kehidupan itu perlu, dan itu yang diajarkannya. Terimakasih Redyantino Susilo, yang sebenarnya anak kembar tapi tidak jadi. Semoga sukses, saya mendoakannya layaknya adik-adik saya disini.

Comments

  1. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhh berisik di bloooooooggg kakak.............

      Delete
    2. hahahahah
      redy share y kak :D :d

      Delete
    3. haha di tunggu baksonya pokoknyaa.. eh ada yg membenarkan tulisan kakak loh, temennya pak bupati katanya haha

      Delete
  2. menarik kak,,,
    banyak benernya kak,,redy emang gituh orang nya kak,,
    gak jelas dan tidak tentu arah orangnya,,
    seringkali membingungkan sampe menyesatkan ,,hahaha

    salam kenal kak,,aku temennya pak bup,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. haiii.. salam kenal juga. :)
      haha itu belum seberapa, tpi segan aja, nnti bisa dituntut mencemarkan nama baik hehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

29's Warrior #4of29