Coretan Putri Matahari #Aku juga mencintaimu
Haha tidak mungkin aku melupakannya. Perannya sangat
banyak dalam kehidupanku. Sesungguhnya semua ini keterbatasanku. Aku tidak bisa
membagi semuanya dengan baik. Ia sangat penting bagiku, sama layaknya matahari.
Bagaimana harus kuungkapkan ini. Tidaaaaak, ini bukan atas dasar bersalahku,
tapi inilah aku sahabatmu yang sangat banyak kekurangan.
Bagaimana aku bisa melepaskan diri dari pelukan
hangatnya, ia menganggap Ibuku seperti ibunya sendiri. Aku sangat menyukai
perasaannya. Perasaannya yang lembut dan sangat mudah untuk dikendalikan. Semuanya
sangat mudah, semudah ia mengajarkan Mars Ikahimki kepada adik-adik semester 1.
Sangat sulit bagiku merangkai kata pada saat ini, sesulit melupakan panggilan “adek”nya
itu.
Tidak mungkin bisa ia tergantikan oleh siapapun. Perannya
sangat krusial di hatiku sekrusial pertandingan MU Arsenal. Ia menyayangiku
dengan kelemahannya, kelemahan tubuhnya. Dalam lemahnya ia menguatkanku pada
waktu itu. Bahunya sering aku gunakan untuk menangis. Menangisi apa saja. Ingin
rasanya kupinjam dan kubawa pulang.
Bagaimana bisa aku melupakannya, melukai hatinya pada
hari ini. Sekali lagi ini bukan rasa bersalahku. Tapi ini kelemahanku yang
belum bisa menyempurnakan coretan itu. Coretan itu juga berarti bagiku. Tapi jauh
lebih berarti untuk selalu menyebut namanya dalam setiap doaku. Terkirim doa
untuk kesembuhannya, selalu.
Banyak yang sudah kita lewati bersama, tapi beberapa
waktu belakangan kita sangat jarang bertemu, mungkin ini sedikit membunuhku
dalam jarak dekat. Ia anak yang berbakti kepada orang tuanya, ia sangat
mencintai Ibu Ayahnya. Terbukti ia tidak akan sanggup melihat kesedihan dimata
orang tuanya. Aku sangat bangga padanya dalam semua yang sudah dikerjakannya. Menjadi
guru sebelum waktunya aku rasa ini prestasi yang ingin aku rasakan dalam waktu
dekat.
Akak sayang, mohon maaf tidak banyak
kata yang dapat
menggambarkan indahnya hari-hari kita, indahnya makan siang kita,
indahnya
latihan nasyid kita, indahnya kehebohan kita dimanapun kita bersama,
bahkan di
dalam bus SAN menuju kota itu. Akak maaf, sekali lagi maaf. Tetaplah
bersamaku,
tetaplah memelukku hangat, dan pinjam tanganmu untuk mengahapus air
mataku
suatu saat nanti. Aku mencintaimu karena aku mencintaimu. Hai Dewi CItra Kartini tolong jangan
menangis karena perbuatanku. AKu hanya manusia yang banyak kesalahan dan
kekehilafan yang tidak akan mampu melukiskan pelangi setiap badai
melanda. Aku mohon halalkan semua kebaikanmu.
Dia pasti tahu.. pasti dewi juga mencintaimu.. keep smile.
ReplyDeletesmile kak :D
Delete